Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Bupati Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Markus mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum memperkuat semangat gotong royong dan menjaga persatuan.

"Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 tidak berhenti pada kegiatan formal, tetapi lebih pada pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan mengamalkan nilai Pancasila secara nyata dalam kehidupan sehari-hari," kata Markus di Mentok, Kamis.

Menurut dia, nilai-nilai Pancasila tetap relevan menjadi landasan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Karena itu, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak seharusnya hanya menjadi agenda tahunan, tetapi perlu menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah berbagai perbedaan.

"Nilai-nilai Pancasila tetap relevan menjadi landasan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa," katanya.

Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober. Peringatan tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".

Menurut Markus, bagi masyarakat Bangka Barat, semangat tersebut dapat diwujudkan dengan saling menghargai, menjaga kerukunan, serta membangun daerah dengan mengedepankan kepentingan bersama.

Ia mengatakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila juga memuat tekad untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan dalam membangun kebersamaan.

"Kita harus membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan NKRI," katanya.

Pemkab Bangka Barat, lanjut dia, berupaya mendorong agar nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi kegiatan mengenang perjalanan sejarah bangsa.

Kabupaten Bangka Barat merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berada di bagian barat Pulau Bangka.

Kabupaten Bangka Barat dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka Barat, dan Kabupaten Belitung Timur, dengan ibu kota di Mentok.

Secara administratif, Bangka Barat terdiri atas enam kecamatan, yakni Mentok, Simpang Teritip, Jebus, Kelapa, Parittiga, dan Tempilang. Berdasarkan data BPS Kabupaten Bangka Barat, jumlah penduduk daerah itu pada 2025 tercatat sebanyak 220.242 jiwa.



Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026