Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat nilai ekspor timah Kepulauan Babel pada Agustus 2026 sebesar 239,63 juta dolar Amerika Serikat (AS), atau naik 130,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 104,12 juta dolar AS.
"Apabila dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor timah ini naik 5,08 persen," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sugeng Arianto di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan timah dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagian besar memang diekspor ke negara-negara di Asia, di mana Tiongkok menjadi negara tujuan utamanya. Pada Januari hingga Agustus 2026, sebanyak 49,80 persen atau 662,75 juta dolar AS ekspor timah dikirim ke negara tersebut.
"Pada Agustus tahun ini (2026), ekspor timah ke Tiongkok sebesar 145,77 juta dolar AS atau naik 16,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya 125,56 juta dolar AS," katanya.
Tidak hanya ke China, ia juga mengatakan kenaikan ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga terjadi ke beberapa negara lain seperti ke Korea Selatan naik 11,86 persen, India naik 8,80 persen. Kenaikan ekspor juga terjadi ke Jepang, meski tidak disebutkan jumlahnya.
"Lima negara utama tujuan ekspor timah ini berperan sebesar 80,99 persen terhadap total ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke seluruh dunia, adapun total nilai ekspor kelima negara tujuan tersebut pada Januari hingga Agustus 2026 sebesar 1.077,85 juta dolar AS," katanya.
Ia menambahkan nilai ekspor Januari hingga Agustus 2026 dibandingkan dengan Januari hingga Agustus 2025 (c to c), terjadi pertumbuhan ke 5 negara terbesar tujuan ekspor timah yaitu sebesar 38,35 persen.
"Korea Selatan, India dan Jepang tumbuh 14,85 persen, 13,79 persen dan 1,29 persen. Sementara tujuan Singapura terkontraksi sebesar 63,70 persen. Tiongkok merupakan negara dengan pertumbuhan tertinggi hingga 157,80 persen," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.