Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto melantik Pratikno, Hatta Rajasa, dan Muhammad Qodari sebagai pimpinan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10).

Pratikno dipercaya sebagai Ketua Wantimpres merangkap anggota, Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua merangkap anggota, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris merangkap anggota.

"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan seluruhnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," bunyi sumpah yang dibacakan Presiden Prabowo dan diikuti ketiganya dan para anggota Wantimpres lainnya yang dilantik.

Ketiga sosok tersebut memiliki pengalaman panjang di pemerintahan dengan latar belakang berbeda.

Pratikno merupakan akademisi yang lama berkiprah di pemerintahan, sedangkan Hatta Rajasa adalah teknokrat yang pernah menjabat beberapa kali sebagai menteri. Sementara itu, Qodari dikenal sebagai peneliti dan pengamat politik yang kemudian masuk ke kabinet Presiden Prabowo.

Pratikno lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, pada 13 Februari 1962. Dia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada pada 1985, kemudian melanjutkan pendidikan di University of Birmingham dan meraih gelar doktor Ilmu Politik dari Flinders University of South Australia. Ia juga merupakan Guru Besar Ilmu Politik UGM.

Pratikno pernah menjabat Rektor UGM pada 2012-2014. Setelah itu, dia dipercaya menjadi Menteri Sekretaris Negara pada pemerintahan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo selama 2014-2024. Pada pemerintahan Presiden Prabowo, Pratikno menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Pratikno mengakhiri jabatan sebagai Menko PMK pada 1 Oktober 2026 setelah Presiden Prabowo melantik Sugiono sebagai penggantinya.

 

Presiden Prabowo Subianto (kanan) menyalami pejabat baru Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Pratikno usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/1/2026). Presiden Prabowo Subianto melantik anggota baru Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yaitu Pratikno sebagai Ketua dan Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua serta 24 anggota. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/sgd

 

Seusai dilantik, Pratikno mengatakan dirinya bersama seluruh anggota Wantimpres menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka atas kepercayaan yang diberikan.

"Anggota-anggota Wantimpres yang baru ini adalah tokoh-tokoh nasional dari berbagai bidang, dari berbagai agama, dari berbagai profesi yang sudah berpengalaman membaktikan diri pada negeri kita tercinta," kata Pratikno.

Menurut dia, keberagaman pengetahuan dan pengalaman anggota Wantimpres menjadi modal untuk memberikan saran, masukan, dan pertimbangan kepada Presiden.

"Dengan kekayaan pengetahuan, pengalaman yang luar biasa dari para anggota Dewan Pertimbangan Presiden, kami yakin kami bisa memberikan saran, masukan, pertimbangan sebagaimana dimandatkan oleh Undang-Undang," ujarnya.

Pratikno mengatakan dirinya bersama Hatta Rajasa dan Qodari akan berupaya memfasilitasi seluruh anggota agar dapat memberikan saran, masukan, dan pertimbangan kepada Presiden dan Wakil Presiden.

Hatta Rajasa

Sementara itu, Hatta Rajasa lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 18 Desember 1953. Dia merupakan lulusan Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Hatta memiliki pengalaman panjang di pemerintahan. Dia pernah menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi pada 2001-2004, Menteri Perhubungan pada 2004-2007, Menteri Sekretaris Negara pada 2007-2009, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 2009-2014.

Sementara itu, Hatta Rajasa lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 18 Desember 1953. Lulusan Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini memiliki pengalaman panjang di pemerintahan.

Rekam jejak portofolio menterinya mencakup Menteri Negara Riset dan Teknologi (2001–2004), Menteri Perhubungan (2004–2007), Menteri Sekretaris Negara (2007–2009), serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (2009–2014).

 

Mantan Menteri sekaligus pengusaha Hatta Rajasa tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

 

Hatta juga pernah menjadi Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN). Pada Pemilu Presiden 2014, dia menjadi calon wakil presiden berpasangan dengan Prabowo Subianto.

Hatta kemudian dipercaya menjadi Wakil Ketua Wantimpres oleh Presiden Prabowo.

Seusai pelantikan, Hatta mengatakan Wantimpres akan berupaya memberikan masukan, saran, dan nasihat kepada Presiden untuk mendukung pelaksanaan pemerintahan.

"Kami berusaha keras untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara dan memberikan masukan-masukan terbaik, saran-saran terbaik, dan tentu juga sebagaimana disampaikan undang-undang, nasihat terbaik kepada Bapak Presiden," kata Hatta.

Hatta juga menekankan bahwa Wantimpres memiliki ketentuan untuk menjaga kerahasiaan nasihat yang disampaikan kepada Presiden.

"Jangan pernah bertanya nasihat apa yang diberikan kepada Presiden. Karena berdasarkan undang-undang kami dilarang untuk menyampaikan itu," ujarnya.

Muhammad Qodari

Adapun Muhammad Qodari merupakan peneliti dan pengamat politik yang kemudian mendapat sejumlah penugasan di pemerintahan Presiden Prabowo.

Qodari lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 15 Oktober 1973. Dia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan kemudian melanjutkan pendidikan magister di bidang political behaviour di University of Essex, Inggris. Qodari kemudian meraih gelar doktor Ilmu Politik dari UGM.

 

Pejabat baru Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan (kiri) mendapat ucapan selamat dari pejabat lama Muhammad Qodari usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/1/2026). Presiden Prabowo Subianto melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/sgd/tom. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)

 

Dalam perjalanan kariernya, Qodari pernah menjadi peneliti di Institut Arus Informasi (ISAI) dan Centre for Strategic and International Studies (CSIS). Ia kemudian menjadi Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI), Wakil Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia, serta mendirikan Indo Barometer pada 2006.

Qodari kemudian masuk pemerintahan Presiden Prabowo. Dia sebelumnya menjabat Wakil Kepala Staf Kepresidenan pada 2024, kemudian dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada September 2025. Pada April 2026, dia dipercaya menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.

Prabowo lalu melantik Qodari sebagai Sekretaris merangkap anggota Wantimpres. Pada hari yang sama, Syahganda Nainggolan dilantik sebagai Kepala Bakom RI menggantikan Qodari.

Sebagai Sekretaris Wantimpres, Qodari mengatakan tugasnya berkaitan dengan dukungan terhadap pengelolaan organisasi dan pimpinan Wantimpres.

"Tugas Pak Sekretaris adalah mendukung agar organisasi bisa berjalan dengan optimal dan tentunya mendukung Bapak Ketua dan Wakil Ketua," kata Qodari.

Pelantikan Pratikno, Hatta, dan Qodari sebagai pimpinan Wantimpres merupakan bagian dari pengangkatan anggota Wantimpres berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.

Selain ketiganya, anggota Wantimpres diisi tokoh dari berbagai latar belakang, yakni Sinta Nuriyah, M. Quraish Shihab, Rocky Gerung, Agum Gumelar, Chairul Tanjung, KH Said Aqil Siradj, KH Anwar Iskandar, KH Yahya Cholil Staquf, Jusuf Wanandi, Budi Gunawan, Bambang Soesatyo, Salim Segaf Al Jufri, Soekarwo, Dato Sri Tahir, Ida Bagus Purwalaksana, Philip Kuncoro Wijaya, Budi Tanuwibowo, Anwar Usman, Mohammad Hatta, Jusuf Hamka, Margarito, Jacky Manuputty, dan Ignasius Jonan.



Pewarta: Fathur Rochman
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026