Kamis, 19 Oktober 2017

Wapres: Indonesia Berpotensi Tingkatkan Ekspor-impor dengan Kazakhstan

id Wapres
Wapres: Indonesia Berpotensi Tingkatkan Ekspor-impor dengan Kazakhstan
Wapres Jusuf Kalla. (ANTARA /Saptono)
Astana, Kazakhstan (Antara Babel) - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan ada potensi Indonesia meningkatkan ekspor dan impor dengan Kazakhstan yang saat ini belum optimal.

"Selama ini hubungan perdagangan juga boleh dibilang masih kecil. Itu karena jarak juga tidak mudah. Tapi ada potensi untuk tingkatkan ekspor dan impor kita dari Kazakhstan," kata Wapres di Astana, Kazakhstan, Sabtu.

Hal itu dikatakan Wapres setelah sebelumnya melakukan kunjungan kehormatan kepada Perdana Menteri Kazakhstan Bakytzhan Sagintayev di Kantor PM Republik Kazakhstan di Astana.

Wapres mengatakan, potensi ekspor dan impor tersebut, misalnya, terigu dari Kazakhstan dan minyak kelapa sawit, kopi maupun teh dari Indonesia. 

Menurut Wapres, rendahnya tingkat ekspor-impor dengan Kazakhstan selain karena jarak yang cukup jauh dengan Indonesia, juga karena sulitnya transportasi dan tidak ada pelabuhan di Kazakhstan yang tidak memiliki laut.

Selain membicarakan tentang potensi ekspor-impor, dalam pertemuan bilateral itu, Wapres Jusuf Kalla juga mengambil kesempatan itu untuk meminta dukungan tentang beberapa hal dan membicarakan implementasi dari seluruh program negara Islam di bidang teknologi.

Wapres Jusuf Kalla melakukan lawatan ke Kazakhstan dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pertama Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).

KTT KTT yang digelar selama dua hari itu akan dibuka oleh Presiden Kazakshtan di Palace of Independence Tauelsizdik Ave 52, Astana, Kazakhstan, Minggu (10/9).

Wapres yang didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla tiba di Astana, Kazakhstan pada Jumat (8/9) malam sekitar pukul 22.30 waktu setempat. 

Wapres juga didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dan Wakapolri Komjen Pol Syafruddin. 

Editor: Riza Mulyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga