Kamis, 19 Oktober 2017

Pemerintah Resmikan Titik ke-25 BBM Satu Harga

id BBM, Satu harga
Pemerintah Resmikan Titik ke-25 BBM Satu Harga
Ilustrasi. (antaranews.com)
Untuk wilayah Maluku, setelah Seram Bagian Barat, ada dua kabupaten lagi didirikan lembaga penyalur BBM, yaitu Buru dan Kepulauan Aru,
Jakarta (Antara Babel) - Pemerintah meresmikan titik ke-25 Program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di Dusun Wailey, Desa Latu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial mewakili Menteri ESDM Ignasius Jonan, Senin, meresmikan lembaga penyalur BBM berupa SPBU mini di Dusun Wailey tersebut.

Siaran pers Kementerian ESDM di Jakarta menyebutkan peresmian SPBU mini itu dilakukan bersama Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa, Senior Vice President Fuel Marketing & Distribution PT Pertamina (Persero) Gigih Wahyu Hari Irianto, Bupati Seram Bagian Barat M Yasin Payapo, dan anggota Komisi VII DPR Mercy Chriesty Barends.

Dalam sambutannya Ego menyampaikan terwujud BBM Satu Harga merupakan agenda prioritas pemerintah, sehingga warga Amalatu dapat menikmati BBM dengan harga yang sama seperti di Pulau Jawa.

"Peresmian SPBU Mini Amalatu merupakan bagian dari Program BBM Satu Harga yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo, agar harga BBM yang sama dapat dinikmati oleh rakyat di seluruh Indonesia, khususnya di kawasan timur dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Semangatnya sangat jelas, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran. Alhamdulillah, pada hari ini masyarakat di Amalatu akhirnya bisa menikmati BBM dengan harga yang sama dengan saudara-saudara kita di Pulau Jawa," ujarnya.

Ia melanjutkan, sebelumnya warga Amalatu harus menempuh jarak 50 kilometer untuk membeli BBM, dengan harga berkisar antara Rp10.000-Rp12.000 per liter.

"Kini warga Amalatu tidak perlu lagi menempuh 50 kilometer untuk membeli BBM. SPBU Mini Amalatu menyediakan BBM jenis premium dengan harga Rp6.450 per liter dan Rp5.150 per liter untuk biosolar," kata Ego.

Ditjen Migas Kementerian ESDM bersama BPH Migas dan PT Pertamina (Persero) terus melakukan pemetaan lokasi sasaran Program BBM Satu Harga.

"Untuk wilayah Maluku, setelah Seram Bagian Barat, ada dua kabupaten lagi didirikan lembaga penyalur BBM, yaitu Buru dan Kepulauan Aru," ujar Ego.

Sesuai peta jalan (roadmap) BBM Satu Harga, pada 2017 akan didirikan 54 lembaga penyalur.

Hingga saat ini telah beroperasi 24 lembaga penyalur, dan Amalatu adalah yang ke-25.

Total kapasitas BBM di SPBU Mini Amalatu adalah sebesar 60 kiloliter dengan rincian 20 kiloliter premium, 20 kiloliter pertalite, dan 20 kiloliter biosolar.

BBM disalurkan secara langsung kepada konsumen pengguna dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga mendorong perkembangan perekonomian daerah.

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa mengatakan pihaknya akan  mengawal distribusi BBM di seluruh Indonesia dengan harga sama.

"Penyaluran BBM di wilayah 3T bukan merupakan hal mudah mengingat lokasi geografis dan ongkos angkut yang tinggi, sehingga perlu dipastikan tepat sasaran peruntukkannya. BPH Migas mengemban amanah untuk mengawal BBM tertentu dan khusus penugasan dapat dinikmati seluruh masyarakat di Indonesia dengan harga sama. Tidak boleh ada industri dan oknum menikmati BBM Satu Harga. Jangan sampai ada hal-hal mempersulit masyarakat yang membutuhkan BBM," katanya.

Sepanjang Oktober 2017, ada empat lembaga penyalur beroperasi, yakni di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalbar; Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali; Kecamatan Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulteng; dan Kecamatan Kabaruan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulut.

Menurut SVP Fuel Marketing & Distribution PT Pertamina (Persero) Gigih Wahyu Hari Irianto, SPBU Mini Amalatu merupakan SPBU ke-5 yang telah diresmikan dari 25 rencana lokasi tertentu Program BBM Satu Harga di wilayah MOR VIII.

"Pendirian SPBU ini merupakan wujud energi berkeadilan dan diharapkan membawa dampak positif bagi perekonomian, khususnya masyarakat Seram Bagian Barat," ujarnya lagi.

Anggota DPR Mercy Barends berharap semakin banyak berdiri SPBU, akan meminimalkan muncul spekulan harga BBM.

"Harapan kami, dengan terbangun infrastruktur SPBU akan meningkatkan roda perekonomian lokal. Pada sisi lain menjadi 'bridging for peace', agar hubungan silaturahmi lebih terjaga dan membangun rasa persaudaraan masyarakat Maluku ke depan," ujarnya.

Bupati Yasin Payapo mengapresiasi berdiri SPBU itu, dan berharap pemerintah pusat terus mendukung pembangunan SPBU lainnya.

"Kehadiran SPBU ini sebuah penghargaan bagi kami, diharapkan bisa memacu perkembangan ekonomi di daerah ini. Di sini ada 11 kecamatan, 92 desa, dan 126 dusun. Mudah-mudahan bukan hanya SPBU ini saja, kami rencanakan membangun SPBU lagi, mudah-mudahan dimudahkan dalam prosesnya," katanya pula.

Editor: Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga