Sungailiat (Antara Babel) -  Kapolres Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung AKBP I Bagus Rai SIK, menyatakan wilayah pantai di Kabupaten Bangka rawan sebagai tempat menyeludupkan biji timah karena pantainya yang panjang dan berada di beberapa tempat.


"Saya mengakui, pesisir pantai di daerah ini rawan dengan tindakan pelanggaran penyeludupan biji timah dilakukan oleh pelaku yang tidak bertanggung jawab untuk dikirim ke daerah lain di luar pulau bangka," katanya di Sungailiat, Senin.


Dipilihnya wilayah pesisir sebagai sarana penyeledupan biji timah oleh pelaku yang dianggap aman karena memang wilayah pesisir pantai di Kabupaten Bangka terbentang panjang dan banyak tersebar di beberapa tempat serta terdapat pantai yang  jauh dari jangkauan masyarakat.

"Disini garis pantainya cukup panjang, sehingga setiap tepian pantai yang ada sangat berpotensi untuk dijadikan tempat aksi tindakan pelanggaran penyeludupan biji timah," katanya.


Melihat kondisi geografis ini kata dia, pihaknya melakukan berbagai upaya mulai dari peningkatan pengawasan serta meningkatkan hubungan kerjasama dengan masyarakat terutama bagi yang berada di wilayah pesisir dan masyarakat nelayan.

"Dalam hal pengawasan, kami telah memerintahkan sejumlah personel polisi untuk lebih meningkatkan pengawasan di wilayah pesisir pantai," katanya.


Menurutnya, pengawasan pantai dan wilayah hukum lainnya harus dilakukan secara terpadu baik polisi, masyarakat dan kelompok masyarakat lainnya karena diketahui jika pengawasan hanya dibebankan kepada pihak kepolisian maka hasilnya tidak akan maksimal.


"Personel polisi sangat terbatas jumlahnya, sehingga keterlibatan masyarakat dalam turut serta pengawasan sangat kami harapkan," katanya.

Dia berharap kepada masyarakat terutama bagi nelayan, jika mengetahui hal - hal yang mencurigkan untuk segera   melapor ke pihak kepolisian terdekat untuk dilakukan tindakan secepatnya.


"Laporan masyarakat atau nelayan itu sangat berharga untuk mengantisipasi tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh siapa saja," katanya.

Pewarta: Pewarta: Kasmono
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026