Darmin: Infrastruktur yang ada perlu didorong untuk logistik yang maju

Darmin: Infrastruktur yang ada perlu didorong untuk logistik yang maju

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (kiri) saat melakukan konferensi pers terkait seminar transformasi ekonomi di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (9/8/2019). (ANTARA/Sugiharto Purnama)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Darmin Nasution mengatakan pemerintah akan mulai mengoptimalkan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh, meskipun pembangunan infrastruktur itu belum rampung 100 persen.

"Pembangunan infrastruktur perlu didorong melahirkan sistem logistik yang lebih maju, ada kereta api, tol laut, kemudian angkutan udara," kata Darmin Nasution dalam seminar nasional Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Maju di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan pemerintah memiliki 223 Proyek Strategis Nasional (PSN), tetapi hanya 40 persen yang selesai dibangun dan itu harus cepat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi baik dari pengusaha maupun masyarakat.

"Contoh di depan mata, Tol Jawa itu belum (rampung) 100 persen tapi sudah nyambung, tapi kan enggak cukup jalan tol saja," sebutnya.

Darmin menjelaskan bahwa pemerintah akan menghubungkan kabupaten dan provinsi di Pulau Jawa dengan jalan tol tersebut, sehingga memudahkan pengiriman logistik sekaligus meningkatkan daya saing antar daerah.

"Begitu disambung jalan provinsi, kabupaten apalagi sudah dipertajam antara jalan tol, kereta api dan angkutan laut, ini bisa bersaing, ada daerah yang lebih dekat dengan pelabuhan laut, ada yang lebih cocok kereta api," ungkapnya.

"Itulah yang kami maksud sebagai mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur yang sudah dibangun. Itu tinggal diperluas, ada pelabuhan dan sebagainya," tambahnya.

Adapun terkait jalur penerbangan domestik yang masih sedikit karena pesawat harus transit di Jakarta atau kota-kota besar lainnya, lanjut Darmin, pemerintah akan merumuskan ulang peta penerbangan agar setiap daerah dapat terhubung lebih mudah.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019