Kapolda siap beri perlindungan warga Papua yang berada di Jawa Barat

Kapolda siap beri perlindungan warga Papua yang berada di Jawa Barat

Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Sufahriadi. (Bagus Ahmad Rizaldi)

Bandung (ANTARA) - Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan pihaknya memastikan akan melindungi setiap masyarakat termasuk warga Papua yang sedang menempuh pendidikan di Jawa Barat.

"Kita kan semua guyub, siapapun kita lindungi di sini, Jabar ini tempatnya sekolah, kita lindungi semuanya," kata Rudy di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin.

Merespons aksi yang terjadi di Manokwari, ia juga memastikan daerah Jawa Barat akan berlangsung kondusif dan meminta kepada seluruh pihak untuk saling bertoleransi satu sama lain tanpa adanya diskriminasi.

"Itu adalah saudara kita (warga Papua) mari kita akur, mudah-mudahan kondusif semua," katanya.

Kapolda Jabar mengaku hingga kini belum menerima perintah untuk menerjunkan personel aparat kepolisian ke tanah Papua untuk membantu menjaga kondusivitas di daerah itu.

Namun, kata dia, jika diperlukan pihaknya siap membantu untuk mendinginkan suasana warga Papua yang tengah menggelar aksi protes atas adanya dugaan diskriminasi rasial di Jawa Timur.

"Belum ada permintaan sampai sekarang, cukup sama personil di Manokwari juga," kata dia.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan Polri telah mengerahkan tujuh satuan setingkat kompi (SSK) untuk mengendalikan situasi keamanan di Manokwari, Papua Barat.

"Dari TNI ada dua SSK, aparat kepolisian ada tujuh SSK yang berusaha semaksimal mungkin untuk melokalisir kejadian di Manokwari," kata Brigjen Dedi, di Mabes Polri, Jakarta.

Aparat kepolisian mulai turun ke jalan guna mengendalikan situasi aksi protes warga atas insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya tersebut.

Baca juga: Ricuh Papua, Wapres minta masyarakat saling menghargai
Baca juga: Mensos: Masyarakat Papua harus jadi subjek pembangunan
Baca juga: Wapres sebut ricuh Papua perlu klarifikasi dan keterbukaan informasi

Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019