Peserta SMN NTT belajar membuat gula tebu di Kerinci

Peserta SMN NTT belajar membuat gula tebu di Kerinci

Peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019 dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melihat langsung proses pembuatan gula tebu di pabrik gula tebu Desa Sungai Asam, Kabupaten Kerinci, saat kunjungan peserta SMN ke kabupaten tersebut, Selasa.

Jambi (ANTARA) - Peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019 dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melihat langsung proses pembuatan gula tebu di pabrik gula tebu Desa Sungai Asam, Kabupaten Kerinci, saat kunjungan peserta SMN ke kabupaten tersebut, Selasa.

Pabrik gula tebu tersebut merupakan milik kelompok masyarakat yang menjadi binaan PTPN VI Unit Usaha Kayu Aro karena berdekatan dengan kawasan Perkebunan Teh Kayu Aro perusahaan BUMN tersebut.

Peserta SMN NTT sebanyak 25 orang terdiri dari siswa SMA/SMK ditambah tiga siswa SLB itu tiba di pabrik gula tebu Desa Sungai Asam didampingi langsung Manager Unit Usaha Kayu Aro, Fadli Wahyudi didampingi Asisten Kepala Unit dan Asisten SDM Umum Unit Usaha Kayu Aro.

Di pabrik gula tebu tersebut, Asisten SDM Umum Unit Usaha Kayu Aro, Kamiyanto menjelaskan kepada peserta SMN NTT bahwa perkebunan tebu di kawasan tersebut sudah ada sejak 60 tahun lalu, namun belum seluas saat ini yakni 1.700 hektare.

"Tebu yang diolah menjadi gula merah tebu ini adalah tebu jenis VOC atau tebu Belanda. Rasanya lebih enak dari jenis tebu lainnya di Indonesia. Ruas tebunya juga berbeda," kata Kamiyanto.

Untuk hasil produksi katanya mencapai 70 ton gula jadi per minggu. Dimana 80 persen di ekspor dan 20 untuk konsumsi masyarakat lokal untuk bahan masakan dan makanan.

"Hasil produksinya cukup lumayan banyak. Untuk 600 kilo bahan baku tebu bisa menghasilkan 85-100 kilogram gula tebu. Dan gula tebu kita juga sebagai bahan baku pembuatan kecap," kata Kamiyanto menjelaskan.

Dia menambahkan, lokasi perkebunan tebu masyarakat Sungai Asam di Kabupaten Kerinci merupakan perkebunan paling tinggi dibandingkan perkebunan tebu di Pulau Jawa.

Pantauan di lapangan, peserta SMN NTT mengamati serius proses pembuatan gula tebu tersebut. Bahkan peserta SMN mencoba menggiling tebu hingga mengaduk air gula yang dihasilkan tebu untuk dimasak menjadi gula merah.

CO PIC program SMN dari NTT, Benni Wahyu P selaku pendamping peserta dari PT Garam, mengatakan, dari kunjungan siswa ke beberapa lokasi di Jambi termasuk di Kerinci, diwajibkan bagi mereka mempresentasikan hasil kunjungan mereka dihadapan pendamping sebelum pulang ke NTT. Kemudian mereka membuat diary tentang perjalanan dan pengalaman mereka selama di Jambi.

PIC PT Semen Baturaja, Afrizal mengatakan, selain mengunjungi perkebunan Teh Kayu Aro dan pabrik gula tebu, peserta SMN juga berkesempatan mengunjungi pabrik pembuatan teh Kayu Aro dan pabrik kopi Arabika Kerinci.

Selain itu, peserta SMN juga mengunjungi pabrik kentang dan dodol Kerinci serta mengunjungi beberapa objek wisata di Kerinci.

Seperti diketahui, peserta SMN NTT mengikuti serangkaian kegiatan pertukaran pelajar atau SMN di Provinsi Jambi dari tanggal 15-23 Agustus 2019.

Tahun 2019, dalam program BHUN salah satunya SMN, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk ditunjuk sebagai Personal In Charge (PIC) bersama dengan Asuransi Jiwasraya dan PTPN VI sebagai CO PIC.

Dimana pada SMN 2019 ini, sebanyak 20 orang siswa SM/SMK ditambah tiga siswa difabel (SLB) asal Provinsi Jambi dikirim ke Provinsi NTT dan sebaliknya 22 siswa SMA/SMK dan tiga siswa difabel NTT dikirim ke Jambi difasilitasi BUMN pelaksana yakni PT Pelindo III dan PT Garam.

Baca juga: SMN NTT kunjungi perkebunan teh Kayu Aro Kerinci
Baca juga: Peserta SMN NTT lihat pemugaran candi Muarajambi
Baca juga: BUMN untuk negeri pilih 20 pelajar Jambi jadi peserta SMN 2019 ke NTT

 
Pewarta : Syarif Abdullah dan Dodi Saputra
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019