Pemkot Surakarta akan dirikan monumen Kota Layak Anak

Pemkot Surakarta akan dirikan monumen Kota Layak Anak

Bambang Pramono (kiri) menyerahkan bibit cabai kepada Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo. Foto : Antara/Aris Wasita.

Solo (ANTARA) - Pemerintah Kota Surakarta akan mendirikan Monumen Kota Layak Anak (KLA) di Taman Jaya Wijaya Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo.

"Pendirian monumen ini agar taman tersebut bisa menjadi salah satu objek wisata bagi anak-anak," kata Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo di sela pemberian bibit cabai oleh Bank Indonesia kepada masyarakat di Taman Jaya Wijaya Solo, Jumat.

Ia menambahkan monumen tersebut akan didirikan pada tanggal 10 November 2019 bertepatan dengan Hari Anak Sedunia 2019 dan rencananya dihadiri oleh 11 wali kota se-Asia.

Menurut dia, didirikannya monumen tersebut juga untuk mendukung upaya Indonesia menuju negara layak anak.

Baca juga: Solo terkendala iklan rokok untuk raih KLA kategori paripurna

"Kami akan mulai dari Solo. Nanti tinggal memindahkan tanaman untuk tempat pemasangan monumen KLA," ujarnya.

Ia mengemukakan nantinya monumen tersebut juga terbuka bagi pengunjung baik itu anak-anak dari Kota Solo maupun luar Kota Solo.

Baca juga: KLA wujud komitmen orang tua melindungi anak

Sementara itu, dipilihnya Taman Jaya Wijaya sebagai lokasi pendirian Monumen KLA karena Kelurahan Mojosongo merupakan salah satu kelurahan di Solo yang padat penduduk. Selain itu, menurutnya Taman Jaya Wijaya pernah menjadi rujukan kota/kabupaten di Indonesia untuk ruang terbuka hijau.

Terkait dengan pemberian bibit tanaman cabai tersebut, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Surakarta, Bambang Pramono mengatakan merupakan bentuk dukungan dari BI untuk mewujudkan lingkungan seimbang di Kota Solo.

"Ketidakseimbangan lingkungan bisa menyebabkan masalah lingkungan. Oleh karena itu, salah satu bentuk dukungan kami adalah dengan membagikan ratusan bibit tanaman cabai kepada masyarakat," sebutnya.

Baca juga: Predikat Layak Anak kota Audisi Djarum akan dievaluasi
Pewarta : Aris Wasita
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019