BNI angkat satu direktur keuangan dan komisaris baru

BNI angkat satu direktur keuangan dan komisaris baru

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk di Jakarta, Jumat, mengangkat satu direktur keuangan baru dan satu komisaris baru.

Jakarta (ANTARA) - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk di Jakarta, Jumat, mengangkat satu direktur keuangan baru dan satu komisaris baru.

Rapat memutuskan memberhentikan dengan hormat Marwanto Harjowiryono dari jabatan komisaris perseroan dan mengangkat Askolani sebagai penggantinya.

Askolani yang merupakan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan sebelumnya adalah komisaris di Bank Mandiri yang diberhentikan beberapa hari lalu.

"RUPSLB memberhentikan dengan hormat saudara Catur Budi Harto dari jabatan direktur bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah dan jaringan dan mengucapkan penghargaan serta terima kasih atas pengabdiannya selama menjabat di BNI," kata Ario Bimo saat jumpa pers di Menara BNI, Jakarta, Jumat.

Ario Bimo sendiri diangkat menjadi direktur keuangan menggantikan Anggoro Eko Cahyo yang dirotasi menjadi direktur bisnis konsumer. Ario sebelumnya menjabat sebagai General Manager BNI Cabang Tokyo.

Tambok P Setyowati yang sebelumnya menjabat direktur bisnis konsumer kini menjabat sebagai direktur bisnis usaha, mikro, kecil dan menengah dan jaringan.

Bob Tyasika Ananta yang sebelumnya menjabat sebagai direktur manajemen risiko menjabat sebagau direktur tresuri dan internasional.

Sedangkan Rico Budidarmo yang sebelumnya menjabat sebagai direktur tresuri dan internasional kini menjabat sebagai direktur manajemen risiko.

Selain perubahan susunan pengurus, rapat pemegang saham juga memaparkan kinerja perseroan pada semester pertama.

Kinerja BNI pada paruh pertama 2019 mencatatkan pertumbuhan kredit yang solid sebesar 20 persen dari Rp457,81 triliun pada semester satu 2019 menjadi Rp549,23 triliun.

"Realisasi kredit tersebut menunjukkan fungsi intermediasi yang dijalankan BNI berjalan secara optimal dan seiring upaya pemerintah yang terus mendorong momentum pertumbuhan ekonomi, ditengah kondisi ketidakpastian pasar keuangan global," ujar Ario.
Baca juga: Biaya dana meningkat, laba BNI tumbuh tipis 2,7 persen semester I
Baca juga: BNI ajak nasabah tembus pasar China
Baca juga: Menumbuhkan perbankan syariah melalui industri wisata halal
Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019