Tim gabungan cari korban hilang tabrakan speed boat Kapuas Hulu

Tim gabungan cari korban hilang tabrakan speed boat Kapuas Hulu

Tim gabungan pencari korban Kapuas. ANTARA/Ist/am.

Putussibau, Kapuas Hulu (ANTARA) -
Tim gabungan komunitas peduli bencana melakukan pencarian terhadap Banten, korban tabrakan speed boat, di perairan Sungai Kapuas, di Desa Kerin Nangka, Kecamatan Embaloh Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
 
"Tim gabungan itu dari berbagai kalangan termasuk Basarnas yang juga nanti bersama-sama dalam pencarian korban," kata Anggota Komunitas Peduli Bencana Kapuas Hulu, Aliyanto, di Putussibau, Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Rabu.

Ia mengatakan, pencarian akan dilakukan di perairan Sungai Kapuas di sekitar kejadian dan akan dilakukan penyisiran oleh tim gabungan.
 
"Semoga korban segera ditemukan dalam keadaan apa pun," kata Aliyanto.

Baca juga: Perahu tenggelam satu nelayan hilang di Sumba Barat Daya
 

Kecelakaan speed boat tersebut terjadi Selasa (3/9), sekitar pukul 17. 45 WIB. Yang pertama, speed boat milik Pemkab Kapuas Hulu dengan jumlah penumpang sebanyak tujuh orang yang dikemudikan oleh Sudirman, sedangkan speed boat milik warga berpenumpang sebanyak satu orang dikemudikan oleh Banten yang sampai saat ini belum ditemukan.
 
Ada pun penumpang yang selamat dalam kecelakaan speed boat tersebut yaitu Sudirman (50) pegawai negeri sipil sebagai pengemudi (motoris) speed boat milik Pemkab Kapuas Hulu, Sukiman (52) pegawai negeri sipil, Agus, balita berusia 4 tahun,  Andy (36), Jahari (55), Suhertimna (40) dan Imelda (40).

Disampaikan Aliyanto, tim gabungan yang diberangkatkan terdiri dari Basarnas enam personel, Polair empat personel,  Sabara Polres Kapuas Hulu dua personel, Satpol PP Kapuas Hulu dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kapuas Hulu sebanyak 10 personel, Tim reaksi cepat Pramuka empat personel dan Tagana Kapuas Hulu empat personel.

Baca juga: 11 korban perahu tenggelam di Raja Ampat ditemukan
 
 
Pewarta : Teofilusianto Timotius
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019