WALI: jangan jadikan waralaba asing sebagai ancaman

WALI: jangan jadikan waralaba asing sebagai ancaman

Ketua Umum Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI) Levita Ginting Supit. (ANTARA/Ade Irma Junida)

Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI) meminta pengusaha lokal untuk tidak menjadikan waralaba asing  sebagai ancaman, tetapi menjadikanya sebagai sarana untuk menggali ilmu dan wawasan bagi pengembangan bisnis mereka.

Ketua Umum WALI Levita Ginting Supit di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa sejatinya operasional bisnis waralaba asing yang ada di Indonesia dikerjakan oleh orang Indonesia.

"Waralaba asing bukan ancaman, itu justru jadi pembelajaran untuk bisa berkembang dan majukan bisnis kita," katanya.

Levita menuturkan banyaknya waralaba asing yang masuk ke Indonesia karena menyasar potensi pasar Tanah Air yang berpenduduk besar.

Namun, potensi tersebut seharusnya juga bisa dimanfaatkan oleh waralaba lokal.

Baca juga: Kadin berharap Indonesia bisa ekspor waralaba ke luar negeri

"Indonesia itu punya banyak peluang bisnis. Kenapa waralaba asing ke Indonesia, karena jumlah penduduk yang besar ini jadi target mereka. Padahal itu bisa juga dimanfaatkan pewaralaba lokal," katanya.

Senior konsultan sekaligus pendiri International Franchise Business Management (IFBM) Burang Riyadi mengatakan tidak ada sekolah atau pendidikan khusus untuk bisnis waralaba.

Karena itu, satu-satunya cara untuk belajar mengembangkan bisnis waralaba adalah dengan belajar langsung kepada pelaku usaha yang telah berpengalaman di bidang tersebut, yakni pewaralaba asing yang masuk ke Indonesia.

Menurut Burang, hal itu juga telah terjadi di Singapura dan Malaysia di mana pengusaha lokal di sana belajar langsung dari pewaralaba asing untuk bisa berkembang.

"Kalau saya bilang, 'franchise' asing biar saja masuk ke Indonesia biar pengusaha kita bisa belajar dari mereka. Untuk bisa menjadi pengusaha profesional, lebih baik belajar dari pengusaha sukses ini," pungkasnya.

Meski belum ada data rinci, secara kasar terdapat sekitar 2.000 merek waralaba di Indonesia di mana 60 persennya merupakan waralaba lokal. Sekitar 40 persen bisnis waralaba di Indonesia didominasi bisnis makanan dan minuman (food and beverages/F&B).

Pada 2018, bisnis waralaba mencatatkan omzet sebesar Rp150 triliun.
Baca juga: Pameran waralaba FLEI 2019 kembali digelar pertengahan September
 
Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019