Pertamina MOR I olah sampah jadi ecobrick ramah lingkungan

Pertamina MOR I olah sampah jadi ecobrick ramah lingkungan

Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina MOR I, Roby Hervindo memperlihatkan hasil program ecobrick kepada Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah di Medan, Kamis. (Antara Sumut/Evalisa Siregar)

Medan (ANTARA) - Terminal BBM Instalasi Medan Group PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I berkomitmen untuk terus menjalankan program ecobrick yang
mengolah sampah plastik menjadi bata ramah lingkungan di Medan, Sumatera Utara.

"Program ecobrick di Medan sudah dilaksanakan TBBM Instalasi Medan Group (IMG) sejak Agustus 2018, " ujar Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina MOR I, Roby Hervindo di Medan, Jumat.

Ecobrik dibuat dengan memasukkan sampah padat ke dalam botol plastik untuk selanjutnya digunakan dalam membuat blok bangunan.

Ecobrick itu diperkenalkan Pertamina kepada pengunjung di 9th Indonesia Climate Change Forum & Expo (ICCFE) 2019 di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Medan yang dimulai sejak Kamis (5/9).

Program ecobrick dilakukan setelah melihat fakta yang berdasarkan data dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Medan, bahwa produksi sampah di kota itu ada sekitar 2.000 ton.

Baca juga: Teknologi pengolahan sampah elektronik sedang dirancang BPPT

Sampah yang banyak itu membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) diprediksi tidak lagi mampu menampung sampah dalam empat tahun ke depan
.
"Jadi sampah itu memang harus dikelola lewat 3R yakni Reuse, Reduce dan Recycle dan Pertamina sudah mewujudkan dan komitmen terus melakukannya, " ujar Roby.

Saat ini warga lingkungan 24 dan 25 Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, sedang membangun satu rumah dari bahan ecobrick.

Sejak dimulai pada 2018, warga lingkungan 24 dan 25 berhasil membuat 1.752 botol ecobrick atau setara dengan 438 kg sampah plastik.

"Ecobrick hasil olahan sampah plastik sudah dimanfaatkan untuk membuat gapura di Lingkungan 24 dan Posyandu Kelurahan Belawan dan bahkan sudah dikreasikan menjadi meja dan kursi, " ujarnya.

Ecobrick juga telah dipesan oleh taman baca dan puskesmas di Lingkungan 24.

Ke depan, pengelolaan sampah non organik dengan program ecobrick akan diperluas seperti dengan pengelolaan sampah organik

Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah mengapresiasi program ecobrick tersebut. "Saya ingin melihatnya. Nanti kalau sudah berdiri rumah ecobricknya, saya ingin melihatnya," ujar Musa.
Baca juga: Ecobrick, langkah kecil mahasiswa GenBI Sulsel lestarikan bumi
 
Pewarta : Evalisa Siregar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019