Mukomuko menambah pompa air untuk padamkan kebakaran lahan gambut

Mukomuko menambah pompa air untuk padamkan kebakaran lahan gambut

Personel gabungan masih terus berupaya memadamkan kebakaran kebun plasma kelapa sawit di lahan gambut di Desa Ujung Padang, Kecamatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. (Foto Istimewa)

Mukomuko (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu menambah peralatan berupa mesin pompa air untuk memadamkan kebakaran kebun plasma kelapa sawit di lahan gambut seluas sekitar enam hektare di Desa Ujung Padang, Kecamatan Kota Mukomuko.

“Saat ini ada empat unit mesin pompa air di lokasi kebakaran. Hari ini kita tambah lagi mesin pompa air dari berbagai organisasi perangkat daerah setempat,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko Syahrizal dalam keterangannya di Mukomuko, Jumat.

Pemerintah daerah setempat sebelumnya menggunakan tiga alat berat, jenis akskavator untuk menggali siring sekeliling kebun plasma kelapa sawit di lahan gambut yang terbakar dan 12 sumur.

Pemerintah setempat telah berhasil merelokasi kebun plasma kelapa sawit di lahan gambut seluas sekitar enam hektare yang terbakar agar tidak meluas ke kebun plasma kelapa sawit lainnya.
 

Kendati demikian, personel gabungan yang terdiri atas BPBD, polisi, TNI, komunitas, dan masyarakat setempat tetap memadamkan kebakaran kebun plasma kelapa sawit di lahan gambut tersebut.

Baca juga: Cegah kebakaran gambut meluas di Mukomuko, alat berat dikerahkan

Personel gabungan itu memadamkan kebakaran kebun plasma kelapa sawit di lahan gambut tersebut agar asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan itu tidak menyelimuti wilayah itu.

“Saat ini personel gabungan menggunakan sebanyak empat unit mesin pompa air untuk memadamkan kebakaran kebun plasma kelapa sawit di lahan gambut ditambah beberapa mesin pompa air,” ujarnya.

Ia menyatakan personel gabungan itu memanfaatkan air yang berasal dari 12 sumur di lokasi tersebut untuk memadamkan kebakaran kebun plasma kelapa sawit di lahan gambut.

Ia menyatakan air yang ada di 12 sumur di lokasi kebakaran tersebut tidak banyak.

Setelah air yang disedot dari masing-masing sumur di lokasi kebakaran itu habis kemudian personel mengambil air di sumur lainnya.

Baca juga: Mukomuko butuh alat berat cegah kebakaran meluas
Baca juga: Bupati antisipasi kebakaran hutan dan lahan gambut di Mukomuko

Pewarta : Ferri Aryanto
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019