Ketua Baleg: DPR fokuskan semua perhatian pada tuntutan mahasiswa

Ketua Baleg: DPR fokuskan semua perhatian pada tuntutan mahasiswa

Ketua Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat, Supratman Andi Agtas di Jakarta, Senin (23/9/2019). ANTARA/ Abdu Faisal

Jakarta (ANTARA) - Ketua Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Supratman Andi Agtas mengatakan DPR akan memfokuskan perhatiannya pada semua tuntutan mahasiswa demi kepentingan bangsa dan negara.

"Saya kira gerakan mahasiswa itu harus diperhatikan apa-apa saja yang menjadi aspirasi mereka. Itu prinsip ya. Semua tuntutan mereka pasti akan menjadi concern anggota DPR. Karena itu demi kepentingan bangsa dan negara," ujar Supratman di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan sudah menjadi kewajiban bagi seluruh anggota DPR untuk memperjuangkan apa yang menjadi harapan masyarakat.
Baca juga: Aksi demonstrasi tidak membuat takut warga, ibu ini malah berswafoto

Soal mosi tidak percaya yang diajukan mahasiswa, Supratman tidak mempermasalahkannya sebab sikap itu dinilainya sebagai emosi saja.

"Soal mosi tidak percaya, tidak dikenal dalam sistem ketatanegaraan kita. Tidak apa-apa tidak percaya, itu kan sikap emosional. Tapi intinya kami mengerti apa yang menjadi tuntutan teman-teman mahasiswa," ujar dia.

Supratman mengatakan anggota Dewan sudah bersedia menerima mahasiswa. Namun, mediasi berakhir dengan sendirinya setelah mahasiswa menganggap tuntutan mereka tidak ditanggapi.

Ia menambahkan kalau masalah perjanjian pada tanggal 19 September 2019 dan soal surat-menyurat dengan DPR adalah urusan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Indra Iskandar.
Baca juga: Mahasiswa siapkan puncak unjukrasa pada Selasa

"Yang pasti bahwa kami anggota DPR berkeinginan untuk mendengar secara langsung tetapi mereka masih mempersoalkan terkait dengan hal surat-menyurat. Mereka menganggap surat permohonan mereka itu tidak ditanggapi," kata Supratman.

Mengenai agenda DPR besok, Supratman mengatakan kemungkinan ada lagi RUU yang akan disahkan.

"Besok kan ada RUU tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (PPP). Itu akan disahkan. Kita tunggu saja hasil rapat antara DPR dan Presiden," ujar dia.
Baca juga: Aliansi mahasiswa Indonesia tuntut agenda refomasi dituntaskan
 
Pewarta : Abdu Faisal
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019