Tokoh Jayawijaya ajak tolak perpecahan dan dukung penegakan hukum

Tokoh Jayawijaya ajak tolak perpecahan dan dukung penegakan hukum

Tokoh Masyarakat di Kabupaten Jayawijaya Alex Silo Sukarno Doga. (ANTARA News Papua/HO-Polda Papua)

Jayapura (ANTARA) - Tokoh Masyarakat di Kabupaten Jayawijaya Alex Silo Sukarno Doga mengajak warga di daerah itu agar tetap tenang dan tolak segala bentuk isu-isu dan berita hoaks yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan anak bangsa, serta mendukung penegakan hukum.

Sebagai putra asli Baliem, Alex Silo Sukarno Doga meminta kepada pemerintah Provinsi Papua dan para kepala daerah di kabupaten/kota untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, cinta Tanah Air dan bela negara kepada generasi muda Papua, agar tak mudah terprovokasi oleh isu-isu perpecahan bangsa ini.

Dalam rilis tertulis yang diterima Antara di Kota Jayapura, Kamis sore, bela negara seharusnya sudah mulai dilakukan sejak anak-anak di bangku sekolah dasar.

"Apalagi belakangan ini sekelompok orang mulai menyebarkan isu mendukung aksi unjuk rasa hingga menimbulkan perpecahan. Kami secara tegas menolak sejumlah aksi unjuk rasa yang menggunakan simbol radikal separatis," katanya.

Baca juga: Dinkes Papua kirim 24 orang tenaga medis ke Wamena

Baca juga: Papua Terkini - Operasional perbankan di Wamena masih lumpuh


Ia mengklaim situasi di Kabupaten Jayawijaya mulai kondusif, setelah peristiwa 23 September 2019 di Kota Wamena yang dibuat hancur oleh oknum sekelompok orang yang tidak menghargai adat istiadat orang Papua dengan merusak, membakar, fasilitas umum dan memprovokasi masyarakat dengan berita hoaks hingga menimbulkan korban jiwa.

"Saya selaku tokoh masyarakat Kabupaten Jayawijaya mendukung adanya penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat keamanan untuk menjaga Kabupaten Jayawijaya agar tetap aman, mereka sangat meresahkan masyarakat sehingga membuat lambatnya pembangunan di Jayawijaya," katanya.

"Sekali lagi saya minta kepada masyarakat Kabupaten Jayawijaya untuk bersama menjaga Jayawijaya agar tetap aman dan damai, kami tolak dengan tegas keberadaan kelompok-kelompok yang mencari keuntungan untuk menimbulkan perpecahan di Tanah Papua, mereka tidak menghargai dan menghormati jasa para pahlawan Papua yang dulu ikut berperang melawan penjajah demi Kemerdekaan Indonesia," katanya.

Kepada para generasi Papua, Alex juga mengajak untuk tidak terpengaruh dengan ajakan kelompok tertentu yang merusak masa depan Papua.

"Tugas kalian belajar dan menuntut ilmu sebanyak-banyaknya mencari pengalaman dan kembali membangun Tanah Papua untuk masa yang akan datang," katanya.*

Baca juga: Ganjar berkomitmen jamin keamanan pelajar-mahasiswa Papua di Jateng

Baca juga: Papua Terkini - PLN kerahkan 45 personel pulihkan listrik di Wamena
Pewarta : Alfian Rumagit
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019