Co-founder BukaLapak raih Satyalancana Wira Karya

Co-founder BukaLapak raih Satyalancana Wira Karya

Co-founder dan President Bukalapak Fajrin Rasyid (ANTARA News/Arindra Meodia)

Jakarta (ANTARA) -- Co-founder dan Presiden BukaLapak Muhammad Fajrin Rasyid hari ini menerima tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Pemerintah Indonesia atas keberhasilannya menciptakan pasar daring Bukalapak dan menjadi perusahaan teknologi unicorn yang secara konsisten berupaya memperluas literasi digital dan membangun UMKM di Indonesia demi meningkatkan pendapatan masyarakat.
 
Penganugerahan ini adalah yang kedua kalinya untuk Bukalapak setelah Achmad Zaky, CEO dan Founder Bukalapak, mendapatkan tanda kehormatan yang sama pada tahun 2016. Hal ini menjadikan Bukalapak satu-satunya perusahaan teknologi unicorn yang diapresiasi Pemerintah Indonesia dua kali. Satyalancana Wira Karya merupakan salah satu penghargaan bergengsi yang diberikan Pemerintah Indonesia kepada warga negara yang jasa dan darma baktinya dianggap besar kepada negara dan bangsa, sehingga dapat dijadikan teladan bagi orang lain.
 
Saya menerima tanda kehormatan ini atas nama seluruh tim Bukalapak. Kami merasa bangga bahwa hasil karya kami selama hampir 10 tahun ini dihargai dan diakui dapat mendorong Indonesia unggul dan berdaya, ungkap Fajrin.

Dalam 10 tahun perjalanannya, Fajrin telah memimpin Bukalapak menjadi perusahaan dewasa yang memberi dampak nyata bagi kehidupan sosial dan perekonomian bangsa.

Bersama BukaLapak, dia memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat Indonesia. Mulai dari meningkatkan adopsi teknologi oleh pelaku UMKM di seluruh Indonesia, membangun Learning Center bersama Universitas Pamulang, mengkoneksi lebih dari dua juta warung dan agen individu lewat strategi offline-to-online, hingga membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk berekspansi ke pasar internasional.

"Saya percaya bahwa teknologi yang sebelumnya dianggap sebagai disrupsi, perlahan dapat menjadi solusi," tukaspnya.
 
Pewarta : PR Wire
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2019