Membatik salah satu terapi bagi pasien RSJ Magelang

Membatik salah satu terapi bagi pasien RSJ Magelang

Sejumlah pasien di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. dr. Soerojo Magelang belajar membatik di unit rehabilitasi. (Heru Suyitno)

Magelang (ANTARA) - Membatik, selain sebagai bekal keterampilan bagi pasien dengan gangguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. dr. Soerojo Magelang, Jawa Tengah, juga sebagai program terapi pada unit rehabilitasi di rumah sakit tersebut.

"Rehabilitasi ini secara umum merupakan bagian dari terapi kejiwaan. Rehabilitasi ini fungsinya untuk mengembalikan kondisi agar yang dipunyai tidak hilang sama sekali," kata Koordinator Pelayanan dan Mutu RSJ Prof dr Soerojo, Yulianto, di Magelang, Kamis.

Ia menuturkan dipilihnya keterampilan membatik karena seperti diketahui bahwa batik merupakan warisan tradisi yang perlu dilestarikan dan keberadaan batik di RSJ ini sudah lama, diperkirakan sejak zaman Belanda.

Selain membatik, keterampilan yang diberikan di RSJ tersebut, antara lain menyablon, pertanian, menjahit, membuat suvenir, dan tata boga.

"Pasien setelah rawat inap kondisinya memang cukup stabil, tenang, terus bisa siap dibimbing dan nanti oleh psikolog akan diseleksi sesuai dengan minat dan bakatnya," katanya.

Direktur Medik dan Keperawatan RSJ Prof dr Soerojo Magelang Nur Dwi Esthi mengatakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) terapinya tidak hanya sekadar dengan pemberian obat. Penyebab ODGJ terdiri atas berbagai faktor, yakni biologi, psikologi, sosial, kultural, dan spiritual.

"Penyembuhan ODGJ tidak hanya melulu dengan pengobatan, tetapi dari kelima faktor tersebut harus mendapatkan intervensi. Oleh karena itu, penyembuhan pasien ODGJ pastinya setelah di RSJ ini dilakukan rawat inap dinyatakan baik dan boleh dibawa pulang tidak berhenti di situ, tetapi harus mengembalikan fungsi-fungsi, termasuk fungsi sosial, kultural, spiritual dan sebagainya," katanya.

Selain itu, katanya, termasuk juga untuk mengembalikan kualitas hidup, mulai dari mengurus dirinya sendiri dalam kehidupan sehari-hari, karena ODGJ dengan rawat inap itu pasti terjadi kemunduran sehingga harus dipulihkan. Untuk itu pasien dengan rawat inap sesudahnya harus disambung dengan rehabilitasi.

Ia mengatakan dengan pemberian keterampilan membatik dan lainnya tersebut, diharapkan fungsi dan perannya bisa kembali seperti sebelum sakit.
Baca juga: Warga binaan Rutan Kudus dapatkan pelatihan membatik
Baca juga: Ratusan pasien RSJ Magelang ikuti lomba membatik
Baca juga: Menarik dicoba, wisata batik dan jelajah desa
Pewarta : Heru Suyitno
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019