PM Inggris desak Presiden Prancis 'percepat' soal Brexit

PM Inggris desak Presiden Prancis 'percepat' soal Brexit

Sekretaris Brexit Inggris Stephen Barclay menghadiri pertemuan dengan Kepala negosiator Brexit Uni Eropa Michael Barnier di kantor pusat Komisi Uni Eropa di Brussels, Belgia, Jumat (27/9/2019). (REUTERS/JOHANNA GERON)

London (ANTARA) - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Minggu (6/10), mendesak Presiden Prancis Emanuel Macron "percepat" memastikan kesepakatan Brexit dan mengatakan kepadanya Uni Eropa jangan terayu oleh keyakinan keliru bahwa Inggris akan tetap berada di blok tersebut setelah 31 Oktober, demikian kantor perdana menteri.

Johnson membahas usulnya soal Brexit, yang secara luas ditolak di Brussels, dengan Macron dan Perdana Menteri Portugis, Antonio Costa, pada Minggu.

"Ini peluang mencapai kesepakatan: sebuah kesepakatan yang didukung parlemen dan kesepakatan yang melibatkan kompromi semua pihak," kata seorang senior 10 Downing Street pada Minggu.

"Inggris membuat tawaran yang besar dan krusial namun sudah waktunya bagi Komisi menunjukkan kesediaan untuk mengkompromikan juga. Kalau tidak maka Inggris akan pergi dengan tanpa kesepakatan.

Mendekati batas waktu 31 Oktober Johnson secara konsisten mengatakan ia tidak akan meminta penudaan Brexit lagi, tetapi juga bahwa ia tidak akan menerobos hukum yang memaksanya meminta salah satu jika tidak ada kesepakatan Brexit yang disetujui hingga 19 Oktober.

Sumber: Reuters

Baca juga: Mendag : Perundingan Brexit perlu digelar untuk dapatkan kesepakatan

Baca juga: Presiden Komisi EU: Inggris bertanggung-jawab dalam kesepakatan Brexit
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019