FKUB Kota Jayapura ajak warga jaga kebhinekaan

FKUB Kota Jayapura ajak warga jaga kebhinekaan

Sekretaris Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Jayapura, Eko Siswanto (ANTARA /HO-Humas Polda Papua)

Jayapura (ANTARA) - Sekretaris Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Jayapura, Eko Siswanto mengajak segenap masyarakat di ibu kota Provinsi Papua untuk tetap menjaga kebhinekaan dan senantiasa bersinergi serta bergandengan tangan dalam rangka menciptakan kedamaian.

"Kepada segenap warga Kota Jayapura, mari bersama-sama berkomitmen menolak adanya radikalisme yang ada di Kota Jayapura ini dan kita bersyukur bahwa kota kita yang penuh keberagaman ini senantiasa damai, senantiasa sejuk dan tidak ada konflik antar agama," katanya dalam keterangan tertulis di Kota Jayapura, Papua, Selasa.

Baca juga: Keusukupan Merauke ajak warga jaga kerukunan hidup

Baca juga: Tokoh Papua ajak warga jaga kamtibmas jelang pelantikan presiden

Baca juga: Tokoh agama Papua imbau jangan terprovokasi jelang pelantikan presiden


Dia mengajak semua umat beragama di Kota Jayapura untuk bersama-sama memerangi radikalisme dan paham yang bertentangan dengan Pancasila yang bisa mengancam persatuan dan kesatuan yang telah tercipta dan terjaga dengan baik selama ini.

Terkait terorisme, Eko mengaku hal itu sangat membahayakan bagi kesinambungan hidup warga di Kota Jayapura. "Di bumi Port Numbay (nama lain Kota Jayapura,red) sangat banyak suku etnis dan agama yang senantiasa sudah hidup berdampingan, ini patut untuk senantiasa kita pelihara bersama," katanya.

Teror yang senantiasa menghantui kehidupan umat manusia, kata dia, sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai agama apapun karena semua agama pasti mengajarkan kesantunan, semua agama mengajarkan kasih sayang diantara sesamanya.

"Sebab diantara kita adalah sesama umat manusia yang diharapkan untuk senantiasa bergandeng tangan satu dengan yang lainnya menolak gerakan terorisme. Kita bersyukur bahwa pesta demokrasi telah usai," katanya.

Adapun diantara warga, kata dia, sudah pasti punya pilihan politik yang berbeda satu sama lain, namun pesta rakyat berupa pemilu telah berakhir sehingga sudah seharusnya semua warga bersatu dan bergandengan tangan untuk membangun negeri.

"Kita perlu bergandengan tangan untuk mewujudkan pembangunan nasional dan khusus di Kota Jayapura. Dengan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 yang akan dilaksanakan pada 20 Oktober 2019 nanti, kita patut bersyukur dan menyambut dengan sukacita," katanya.

"Bagi warga di Papua ini adalah anugerah Tuhan karena kita bisa melaksanakan pesta demokrasi dengan damai dan aman sehingga menghasilkan pemimpin yang kita harapkan memiliki sebuah program kerja yang bisa bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Bumi Papua dan khusus lagi di Kota Jayapura," katanya lagi.
Pewarta : Alfian Rumagit
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019