Kantor Bahasa Jambi ajak milenial terdepan kawal Bahasa Indonesia

Kantor Bahasa Jambi ajak milenial terdepan kawal Bahasa Indonesia

Kepala Kantor Bahasa Jambi Syaiful Bahri Lubis menjadi inspektur Upacara Hari Sumpah Pemuda di halaman SMA Negeri 5 Kota Jambi, Senin (28/10/2019). ANTARA/HO-Kantor Bahasa Jambi

Jambi (ANTARA) - Kantor Bahasa Jambi mengajak generasi milenial untuk berdiri paling depan mengawal martabat Bahasa Indonesia melalui penggunaan yang baik dan benar dalam aktivitas serta pergaulan sehari-hari.

"Bahasa Indonesia harus dimartabatkan oleh seluruh elemen bangsa, terutama generasi milenial," kata Kepala Kantor Bahasa Jambi Syaiful Bahri Lubis pada upacara Hari Sumpah Pemuda ke-91 Tahun 2019 di halaman SMA Negeri 5 Kota Jambi, Senin.

Baca juga: Bahasa Indonesia pemersatu Aceh dan NKRI, sebut legislator

Ia menyebutkan, generasi muda Indonesia masa depan adalah generasi berkarakter yang selalu mengutamakan Bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerahnya, dan banyak menguasai bahasa asing.

Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, merupakan salah satu upaya untuk menjaga martabat bahasa persatuan itu, dalam berbagai pergaulan dan aktivitas.

Baca juga: Digunakan hingga pelosok, warga Maluku junjung tinggi Bahasa Indonesia

Sementara itu upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dilaksanakan di halaman SMA N 5 Kota Jambi diikuti oleh seluruh pegawai Kantor Bahasa Jambi, guru dan siswa SMAN 5 Kota Jambi, siswa serta tamu undangan.

Seluruh peserta upacara mengenakan pakaian adat dan tradisional. Bertindak sebagai pembina upacara Kepala Kantor Bahasa Jambi.

Baca juga: Kemendikbud akan luncurkan kamus bahasa ASEAN pada Hari Sumpah Pemuda

Dalam amanatnya Kepala Kantor Bahasa Jambi menyebutkan Hari Sumpah Pemuda berarti mengingat kembali sejarah akan semangat kaum muda di masa itu.

Dalam upaya meraih kemerdekaan, para pemuda dari berbagai daerah berkumpul untuk mengadakan kongres dengan tujuan mulia, yakni menyatukan para pemuda yang beragam latar belakang suku, agama, dan ras.

Dari beberapa kali Kongres Pemuda, melahirkan keputusan yang kemudian dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda. Istilah Sumpah Pemuda muncul setelah kongres bersejarah yang punya semangat persatuan.

"Dari kongres ini, kita bisa melihat bagaimana semangat para pemuda untuk melakukan perubahan bagi bangsanya dengan membebaskan diri dari belenggu penjajahan," katanya.

"Semangat pemuda sangat dibutuhkan untuk memajukan Indonesia. Pemuda harus cerdas dengan dibekali ilmu pengetahuan. Hal ini bertujuan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh dampak negatif dari perkembangan teknologi," katanya.

Menurut dia, salah satu pengaruh perkembangan teknologi adalah mudahnya mendapatkan akses informasi. Kemudahan mendapatkan akses informasi, harus dibarengi dengan sikap tanggungjawab.

"Pemuda harus mampu menangkal informasi bohong, pengaruh radikalisme serta pergaulan bebas yang akan merugikan masa depan. Generasi muda untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi, sehingga tidak salah kaprah," katanya menambahkan.

Kegiatan ditutup dengan kegiatan pawai oleh siswa-siswi dengan beragam pakaian tradisional.
 
Pewarta : Syarif Abdullah
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019