OJK: Perbankan syariah tumbuh luar biasa di NTB

OJK: Perbankan syariah tumbuh luar biasa di NTB

Kepala OJK NTB Farid Faletehan. (ANTARA/Awaludin)

Mataram (ANTARA) - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara Barat (NTB) Farid Faletehan menyatakan perkembangan perbankan syariah di provinsi tersebut termasuk luar biasa, dibuktikan dengan pertumbuhan asetnya mencapai 30,70 persen periode Januari-Oktober 2019.

"Persentase pertumbuhan bank umum syariah di NTB relatif besar dibandingkan bank umum nasional," kata Kepala OJK NTB Farid Faletehan di Mataram, Selasa.

Ia menyebutkan aset perbankan syariah di NTB sudah mencapai Rp15,2 triliun hingga Oktober 2019, sehingga kontribusinya terhadap semua bank di NTB sebesar 31,18 persen dari seluruh aset bank di provinsi tersebut.

Farid menambahkan kinerja perbankan syariah dari sisi dana pihak ketiga juga tumbuh sebesar 57,7 persen. Total dana pihak ketiga yang sudah dihimpun sebesar Rp10,4 triliun periode Januari-Oktober 2019.

"Pembiayaan juga tumbuh sebesar 26,88 persen yakni sebesar Rp9,66 triliun dengan tingkat persentase pembiayaan bermasalah hanya 1,7 persen atau masih relatif jauh dari ketentuan maksimal sebesar 5 persen," ujarnya.

Menurut dia, bagusnya indikator kinerja perbankan syariah menunjukkan bahwa masyarakat NTB, termasuk non-muslim, sangat menerima prinsip ekonomi syariah. Tinggal bagaimana perbankan lebih gencar melakukan sosialisasi, salah satunya Bank NTB Syariah.

"Bank NTB Syariah merupakan penggerak utama perbankan syariah di NTB, dibuktikan dengan pertumbuhan pembiayaannya yang mencapai 13,5 persen pada tahun ini," ucapnya.

OJK NTB, kata Farid, juga terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat. Hal itu sejalan dengan program nasional dalam rangka penguatan perbankan syariah.

Pihaknya juga bekerja sama dengan lembaga keuangan, organisasi keagamaan dan Masyarakat Ekonomi Syariah NTB untuk mengedukasi masyarakat tentang industri keuangan syariah.

"Kami juga bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia Perwakilan Mataram untuk melakukan sosialisasi di pondok pesantren tentang investasi saham syariah," katanya.

Baca juga: Qanun LKS Aceh beri tren positif pertumbuhan syariah di Indonesia

Baca juga: Bahas ekonomi syariah, Dosen Kuwait University: Waspada riba masa kini
Pewarta : Awaludin
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019