DPRD Palu imbau Pertamina menindak tegas pemilik pangkalan LPG nakal

DPRD Palu imbau Pertamina menindak tegas pemilik pangkalan LPG nakal

Warga mengantre untuk membeli elpiji tiga kilogram bersubsidi saat pasar murah di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (6/8/2019). Ratusan warga mengantre untuk mendapatkan elpiji 3 kg dengan harga Rp16.000 per tabung atau sesuai harga eceran tertinggi (HET) menyusul mahalnya elpiji yang dijual pada pengecer terutama menjelang Idul Adha. ANTARA/Mohamad Hamzah/aww.

Palu (ANTARA) - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu Rizal Dg Sewang meminta PT Pertamina dan pemerintah kota ini agar menindak tegas pemilik pangkalan-pangkalan elpiji 3 kilogram yang nakal di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah ini.

Alasannya, mengingat hingga saat ini banyak warga yang melaporkan dan mengeluhkan ulah pemilik pangkalan elipiji 3 kilogram yang menimbun elpiji diperuntukkan bagi masyarakat kalangan bawah dan menjual kepada kalangan menengah atas, bahkan dengan harga tinggi.

"Supaya instansi terkait dan pihak Pertamina tolong dievaluasi pangkalan-pangkalan yang nakal. Biasanya mereka simpan elpiji itu untuk keluarganya kemudian dijual dengan harga sangat tinggi di atas HET (harga eceran tertinggi)," katanya merespons keluhan warga dalam kegiatan reses dengan perwakilan warga se-Kecamatan Palu Barat dan Ulujadi di Kelurahan Donggala Kodi, Ulujadi, Kamis (28/11).
Baca juga: 1.381 pangkalan elpiji di Sulteng beroperasi kembali

Ia mendesak pihak Pertamina agar bertindak tegas dengan mencabut izin operasi para pemilik pangkalan tersebut, sebab sudah sangat meresahkan dan menyusahkan masyarakat, bukan hanya diam dan membiarkan perbuatan melanggar hukum tersebut.

"Untung besar tapi tidak berkah. Insya Allah kita akan tindaklanjuti, kalau ada yang nakal cabut izinnya dan kasih kepada orang-orang yang jujur," katanya pula.

Salah satu warga, Mirsanlau dalam kesempatan yang dihadiri ratusan warga itu mengungkapkan kekesalannya terhadap ulah para pemilik pangkalan nakal yang beroperasi di sekitar Kecamatan Palu Barat dan Ulujadi.

"Bayangkan saja, tiga sampai empat kali truk pengangkut epliji 3 kilogram turunkan elpiji di pangkalan-pangkalan. Begitu truknya pergi dan kami mau beli elpiji, pemilik pangkalan bilang habis," ujarnya lagi.
Baca juga: Pertamina siapkan alternatif pasokan BBM-LPG ke Palu

Ulah tersebut, menurutnya, tidak hanya dilakukan sekali oleh para oknum pemilik pangkalan, tapi berkali-kali.

Namun apa daya, ia mengaku tidak dapat berbuat banyak melihat ulah tersebut dan hanya bisa pasrah sembari mencari pangkalan lain yang tidak menimbun elpiji 3 kilogram dan menjualnya sesuai dengan HET.

"Kami di sini dikelilingi pangkalan elpiji 3 kilogram, tapi minta ampun susahnya mencari di pangkalan milik mereka," katanya pula.
Baca juga: Sebanyak 1.700 tabung LPG dipasok ke Palu-Donggala
Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019