Gubenur Sultra optimistis jalur diplomasi bebaskan nelayan disandera

Gubenur Sultra optimistis jalur diplomasi bebaskan nelayan disandera

Gubernur Sultra Ali Mazi, Kamis (28/11/2019), saat dimintai keterangan terkait dua warga Wakatobi yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. (ANTARA/Azis Senong)

Kendari (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi meminta pemerintah pusat untuk menindaklanjuti kasus penyanderaan dua nelayan asal Kabupaten Wakatobi di Filipina.

"Kita minta kepada pemerintah pusat untuk segera membuat laporan penangkapan dua nelayan asal Wakatobi ini, sehingga bisa ditindaklanjuti ke pusat," katanya, di Kendari, Kamis (28/11).

Ia juga mengatakan sampai saat ini belum ada laporan dari Pemkab Wakatobi terkait dua nelayan yang disandera.

"Ini kan masalah antarnegara jadi kita harus segera buat laporan agar kasus ini bisa diselesaikan dengan baik," ujarnya lagi.
Baca juga: Nelayan disandera Abu Sayyaf, Menlu minta Filipina intensif membantu

Ali Mazi juga mengimbau nelayan Sultra untuk tidak melewati jalur Air Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) saat menangkap ikan di laut, karena kejadian ini sekali terjadi akan sulit untuk diselesaikan.

"Saya mengimbau kepada masyarakat mencari nafkah di wilayah kita saja, karena jika sudah melewati ALKI tentu permasalahannya akan sulit," katanya pula.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan agar Presiden Filipina membantu membebaskan nelayan yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf.

Dua nelayan yang disandera asal Kabupaten Wakatobi tersebut, bernama Hariadin dan Heri, dan dikabarkan hilang pada Kamis (7/11). Dua nelayan tersebut diketahui berasal dari kepulauan di Kecamatan Kalidupa, Kabupaten Wakatobi.
Baca juga: Pemerintah diminta selamatkan nelayan Sultra yang disandera Abu Sayyaf

 
Pewarta : Abdul Azis Senong
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019