Mesin cuci berbasis IoT ini pas untuk usaha jasa laundry

Mesin cuci berbasis IoT ini pas untuk usaha jasa laundry

Sales Director PT Midea Planet Indonesia Frans Suhandi Limansyah perkenalkan produk mesin cuci front load berkapasitas besar terbarunya, yaitu MFD180 yang berbasis teknologi IOT (internet of things) di Tangerang Selatan, Minggu (8/12/2019). (Dokumentasi PT Midea Planet Indonesia)

Jakarta (ANTARA) - Merebaknya bisnis jasa binatu atau laundry di tanah air membuat produsen peralatan rumah tangga, PT Midea Planet Indonesia (Midea) tertarik untuk fokus menggarap pangsa pasar ini.

Perusahaan peralatan rumah tangga yang telah berkiprah lebih dari 50 tahun di bisnis tersebut, menurut Sales Director PT Midea Planet Indonesia Frans Suhandi Limansyah, tengah memusatkan lini produksinya untuk mengoptimalkan penjualan di segmen binatu.

Salah satu upayanya, memperkenalkan produk mesin cuci front load berkapasitas besar terbarunya, yaitu MFD180 yang dapat bersinergi dengan teknologi IOT (internet of things).

"Produk ini ditujukan khusus bagi para pelaku bisnis laundry di Tanah Air," katanya di Jakarta, Senin.

MFD180 merupakan mesin cuci light commercial front loading berkapasitas 18 kilogram (kg) yang dibekali kelebihan dibandingkan dengan produk kompetitor pada kelasnya, mulai dari drum yang memiliki diameter 526 milimeter (mm) dengan volume sebesar 121,7 liter, daya extract yang mencapai 530g-force, empat buah sisi suspensi peredam vibrasi, serta fitur custom wash cycle.

Selain itu, mesin cuci ini, menurut dia dirancang khusus untuk dapat bersinergi dengan teknologi IOT yang memungkinkan mesin dapat dioperasikan secara nirkabel tanpa harus menggunakan sistem aktivasi koin seperti yang saat ini banyak beredar di pasar.

Dengan demikian, lanjutnya, akan sangat menarik bagi para pelaku bisnis binatu Tanah Air untuk dapat menawarkan pengalaman yang baru dan berbeda bagi para konsumennya, khususnya yang memiliki mobilitas tinggi dan tinggal di lingkungan perkotaan, serta kawasan pemukiman seperti apartemen, hingga lingkungan kampus.

Sementara itu, beberapa rekanan IOT juga telah bekerjasama dengan Midea, seperti Saku Laundry, Picklon, Smartlink dan Texo.

Selain memperkenalkan lini produk Light Commercial MFD180, kami juga ingin mempererat hubungan baik kami dengan para reseller, konsultan binatu serta pemangku kepentingan terkait lainnya.

Pada kesempatan itu pihaknya memaparkan berbagai inovasi produk terkini sehingga akan sangat membantu pemilik usaha binatu untuk dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan bisnis mereka.

Selain fitur yang ditawarkan tersebut, Frans memastikan pihaknya menyediakan pelayanan dan dukungan purna jual bagi para konsumen, sehingga mereka yang ingin menjalankan usaha binatu dapat dengan tenang dan tanpa rasa khawatir untuk memulai bisnisnya.

Midea merupakan grup perusahaan teknologi terkemuka global urutan #312 versi majalah 500 Global Company dengan total pendapatan 39,5 miliar dolar AS. Perusahaan tersebut memiliki empat cakupan bisnis utama, yaitu Consumer Appliance, HVAC, Robotics  and Automations, dan Smart Supply Chain dengan lebih dari 30.000 karyawan di luar negeri serta jaringan pemasaran di 200 negara.

Baca juga: Panasonic Indonesia perluas ekspor mesin cuci hingga Taiwan

Baca juga: Ini alasan Sharp relokasi pabrik ke Indonesia

Baca juga: LG ingin kuasai pasar mesin cuci kelas menengah atas di Indonesia
Pewarta : Subagyo
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2019