Humaniora kemarin, hujan meteor Geminid hingga banjir sejumlah daerah

Humaniora kemarin, hujan meteor Geminid hingga banjir sejumlah daerah

BPBD bersama warga saat mencari balita hanyut di luapan Sungai Batang Pangian Jorong Kampung Surau, Nagari Gunung Selasih, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumbar, Jumat (13/12). (ANTARA/Ilka Jensen)

Jakarta (ANTARA) - Berita humaniora yang mendapat perhatian publik pada Jumat (13/12), cukup beragam dari mulai peristiwa hujan meteor hingga banjir yang meluas di sejumlah provinsi di Pulau Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera.

Ada pula berita soal rencana penghapusan atau pengubahan format Ujian Nasional (UN) yang kali ini justru datang dari Menteri Pendidikan Malaysia.

Berikut berita-berita humaniora kemarin yang masih menarik untuk disimak hari ini:

Istri korban banjir bandang Kulawi selamat karena tidak ada di rumah

Deice, istri Yan (50),korban meninggal dunia akibat tertimbun lumpur dalam rumahnya di Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah saat banjir bandang terjadi pada Kamis malam (12/12), menyatakan ia selamat dari musibah alam itu karena sedang tidak ada dalam rumahnya.

Dua balita meninggal dunia akibat banjir di Sumbar

Hujan deras dan banjir yang melanda Kabupaten Solok Selatan dan Dharmasraya, Sumatera Barat, menyebabkan dua balita meninggal dunia akibat terseret arus sungai dan banjir.

Menteri Malaysia puji rencana penghapusan UN di Indonesia

Menteri Pendidikan Malaysia, Dr Mazlee Bin Malik memuji rencana Menteri Pendidikan Indonesia, Nadiem Makarim yang akan menghapus Ujian Nasional (UN) pada 2021.

Malam ini nikmati keindahan puncak hujan meteor Geminid

Hujan meteor Geminid akan menghiasi langit malam hari ini meski bulan purnama dan potensi cuaca mendung akan membuat beberapa jalur meteor menjadi lebih redup, menurut peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Rorom Priyatikanto.

 

Pewarta : Virna P Setyorini
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019