JK sampaikan laporan pertanggungjawaban selama memimpin PMI

JK sampaikan laporan pertanggungjawaban selama memimpin PMI

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla saat menyampaikan pertanggungjawaban selama memimpin PMI periode 2014-2019 dihadapan sekitar 800 peserta Munas XXI PMI di DKI Jakarta pada Senin, (16/12/2019). ANTARA/ PMI Pusat

DKI Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Palang Merah Indonesia periode 2014-2019 H.M.Jusuf Kalla menyampaikan laporan pertanggungjawaban selama dirinya menjabat atau memimpin lembaga kemanusiaan ini di Musyawarah Nasional (Munas) ke XXI PMI  di Jakarta, Senin.

"PMI telah berhasil mendorong pemerintah untuk mengesahkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. Ini merupakan pencapaian besar setelah menunggu selama 13 tahun," ucapnya saat membacakan laporan pertanggungjawabannya.

Menurut JK, pencapaian lainnya adalah PMI telah melakukan 9.976 operasi penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di 11 provinsi di Indonesia dengan memobilisasi sekitar tiga ribu relawan yang terlatih dalam menanggulangi bencana.

Penanggulangan bencana ini termasuk tiga bencana besar yang terjadi pada 2018 yaitu gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB), gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Sulawesi Tengah dan tsunami Selat Sunda di Banten dan Lampung.
Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin buka Munas XXI PMI

Selama keseluruhan operasi tanggap darurat tercatat sudah ada 3.861.277 jiwa sebagai penerima manfaat yang mendapatkan bantuan dari PMI diantaranya air bersih, pelayanan kesehatan, hunian, dukungan psikososial, bangunan sekolah dan masjid.

Selain di dalam negeri, PMI juga mengirimkan bantuan dan penugasan relawan dalam operasi tanggap darurat di luar negeri. Salah satunya mengirim bantuan dan personel untuk membantu masyarakat Rakhine di Cox Bazar, Bangladesh dan membangun RS Indonesia di Myanmar bekerjasama dengan Kementrian Luar Negeri RI.

Operasi penanggulangan bencana tidak terlepas dari kiprah para relawan sebagai ujung tombak organisasi PMI yang selama periode 2014-2019 terdapat 431.581 Palang Merah Remaja (PMR), 36.695 relawan Korps Sukarela (KSR), 10.403 Tenaga Sukarela (TSR) serta 10.609 relawan siaga berbasis masyarakat atau SIBAT. Para personel dilatih dan dikembangkan kapasitasnya melalui berbagai pelatihan dan pembinaan tingkat daerah maupun nasional.

Selain menguatkan personel di bawah kepengurusan Jusuf Kalla, PMI mengembangkan sarana prasarana seperti telah memiliki enam gudang logistik regional yang tersebar di Kota Padang, Serang, Semarang, Gresik, Banjarmasin dan Makassar, satu pusat air dan sanitasi di Jatinangor, 30 posko bencana di 30 provinsi serta kekuatan armada 254 ambulans dan 141 Truk Tangki air.

Baca juga: RS PMI Bogor menggelar operasi katarak gratis untuk puluhan warga
"PMI tidak hanya bergerak saat kedarurata namun juga, menjalankan tugasnya membantu meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi bencana," tambahnya.

JK menyampaikan selama periode 2014-2019, PMI menjalankan kegiatan pengurangan risko bencana melalui program berbasis masyarakat. Sebanyak 5.814.547 orang telah mendapatkan manfaat langsung dari program yang mengedepankan upaya-upaya promosi kesehatan serta pengurangan risiko bencana seperti banjir, gempa, dan kesiapsiagaan epidemi-pandemi.

Dalam program donor darah, PMI telah memenuhi lebih dari 94 persen kebutuhan darah secara nasional. Untuk membantu memenuhi kebutuhan darah tersebut, pihaknya mengoperasikan 220 unit donor darah di Indonesia, memobilisasi 110 bus donor darah serta menjaring 2.324.418 donor darah sukarela (DDS) yang rutin mendonorkan darahnya tiga bulan sekali.

PMI juga bekerjasama dengan pemerintah untuk memberikan penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial bagi DDS 100 kal yang hingga 2018 sebanyak 3.840 DDS 100 kali telah mendapatkan perhargaan tersebut.

Untuk memberikan kualitas darah yang aman, sebanyak 13 UDD PMI telah mendapatkan sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Kerja kemanusiaan PMI tidak terlepas dari kerjasama PMI dan mitra pemerintah, pihak swasta maupun lembaga lainnya terutama dalam menggalang donasi kemanusiaan.

Salah satu pencapaian PMI di 2019 ini adalah bekerjasama dengan Bank Nobu dengan menginisiasi donasi digital melalui metode Quick Response Code Indonesia Standard metode ini bertujuan memudahkan masyarakat saat berdonasi ke PMI.
Baca juga: PMI-ICRC gelar operasi katarak gratis di Buru Selatan

Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019