Jika tren penumpang terus meningkat maka kami akan operasionalkan hingga beberapa jam setelah lewat tengah malam
Palembang (ANTARA) - Jam operasional kereta api dalam kota Light Rail Transit Sumatera Selatan di Palembang akan ditambah saat malam penggantian tahun 2019.

General Manager LRT Sumatera Selatan Sofan di Palembang, Minggu, mengatakan, operasional LRT direncanakan berlangsung hingga lewat tengah malam karena diyakini masyarakat akan membutuhkan moda transportasi saat pergantian malam tahun baru itu.

Apalagi, ia melanjutkan, stasiun LRT berdekatan dengan pusat berkumpulnya masyarakat Palembang saat pergantian tahun baru, seperti stasiun Ampera, stasiun Jakabaring, stasiun Bumi Sriwijaya, stasiun Korem, dan lainnya.

Terkait rencana ini, pengelola LRT Sumsel telah menyiapkan personel, terutama personel keamanan yang didukung POM TNI dan Kepolisian.

“Jika tren penumpang terus meningkat maka kami akan operasionalkan hingga beberapa jam setelah lewat tengah malam,” kata dia.

Hingga saat ini jumlah perjalanan LRT Sumsel mencapai 74 perjalanan dalam satu hari. Sedangkan di malam tahun baru itu, menurutnya dapat dioptimalkan hingga 88 perjalanan dengan satu kali perjalanan berkapasitas 434 penumpang.

Ia mengatakan, saat momen Natal dan Tahun Baru ini, pengelola menargetkan jumlah penumpang mencapai 10.000 penumpang per harinya atau meningkat sekitar 40 persen dari hari biasa yang hanya berkisar 6.000 penumpang

Peningkatan penumpang ini diprediksi terjad pada 25 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020.

Saat ini jumlah perjalanan LRT Sumsel sebanyak 74 per hari yang dimulai dari pukul 06.00 WIB- 20.25 WIB dengan perjalanan terakhir dari stasiun DJKA pukul 18.43 WIB dan dari stasiun Bandara pukul 19.37 WIB.

Sedangkan waktu tempuh terjauh dari stasiun Bandara - stasiun DJKA yakni 47 menit dengan headway 18 menit dan di setiap stasiun berhenti selama 20 detik.

Baca juga: Menhub tinjau berkala LRT Sumsel pastikan layanan membaik

Baca juga: Pemangkasan waktu tempuh LRT Sumsel efektif tingkatkan okupansi


 

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2019