Penumpang kapal di Pelabuhan Pangkalbalam turun jelang Natal

Penumpang kapal di Pelabuhan Pangkalbalam turun jelang Natal

Penumpang kapal laut di Pelabuhan Pangkalbalam, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. ANTARA/Aprionis/am.

Pangkalpinang (ANTARA) - Jumlah penumpang kapal laut di Pelabuhan Pangkalbalam, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada H-2 perayaan Natal sebanyak 862 orang atau mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya 964 orang.

"Calon penumpang kapal menjelang Natal tahun ini masih normal dan berjalan aman,lancar dan tertib," kata Kepala Sub Seksi Arus Lalu Lintas Angkutan Laut KSOP Kelas IV Pangkalbalam, Ferdiansyah di Pangkalpinang, Selasa.

Baca juga: Di Selat Sunda Basarnas siagakan kapal dukung arus mudik

Ia mengatakan jumlah penumpang kapal laut pada H-2 perayaan Natal atau (Senin) tujuan Pelabuhan Tanjung Priok,Jakarta dan Tanjung Pandan, Belitung sebanyak 862 orang dengan rincian penumpang naik sebanyak 468 orang dan turun 394 orang.

Baca juga: H+1 arus mudik Natal-Tahun Baru, Bandara Kualanamu masih ramai

Sementara jumlah penumpang pada H-3 perayaan Natal 2019 sebanyak 964 orang, dengan rincian penumpang turun 383 orang dan naik 581 orang, H-4 sebanyak 147 orang dengan rincian turun 37 orang dan penumpang naik dari Pelabuhan Pangkalbalam hanya 110 orang.

Baca juga: PJR: Arus mudik belum tampak di Tol Jakarta-Cikampek

"Diperkirakan penumpang kapal laut hari ini juga akan mengalami penurunan, karena masyarakat lebih memilih angkutan udara untuk merayakan Natal dan Tahun Baru 2020," ujarnya.

Menurut dia dalam mengatasi lonjakan penumpang menjelang Natal dan Tahun Baru ini, KSOP telah menyiagakan enam unit kapal yaitu lima kapal jenis ro-ro tujuan Pelabuhan Tanjung Priok dan satu unit kapal cepat tujuan Pelabuhan Tanjung Pandan.

Lima kapal ro-ro yang disiagakan yaitu KM Elsadai, Star Belitung, Srikandi Line, Salvia, Sawita dan satu unit kapal cepat yaitu Ekpres Bahari.

"Saat ini keberangkatan dan kedatangan kapal berjalan dengan lancar dan belum ada penundaan keberangkatan karena cuaca buruk di laut," katanya.
Pewarta : Aprionis
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019