Penumpang kapal laut di Tanjungpinang melonjak pada H-1 Natal

Penumpang kapal laut di  Tanjungpinang melonjak  pada H-1 Natal

Ilustrasi. Sejumlah numpang dari Pulau Batam yang didominasi pemudik Natal tiba di pelabuhan penumpang Bandar Sri Junjungan Dumai, Riau, Sabtu (21/12/2019). Sekitar 2500 penumpang kapal laut dari Pulau Batam dan pulau sekitarnya tiba di Pelabuhan Dumai pada H-4 Natal menggunakan enam kapal. ANTARA/ Aswaddy Hamid

Tanjungpinang (ANTARA) (ANTARA) - Jumlah penumpang kapal laut di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Kepri pada H-1 Natal mencapai 5.800 orang atau melonjak 250 persen dibanding hari-hari biasanya berkisar 1.800 orang.

Humas Pelindo I Cabang Tanjungpinang, Ogi Silalahi, merinci jumlah penumpang domestik 4811 orang, sementara penumpang internasional 989 orang.

"Untuk pelabuhan internasional khusus penumpang WNI 389 orang dan WNA 581 orang, semuanya sudah termasuk datang dan pergi," kata Ogi Silalahi, Selasa.

Ogi menyatakan, kenaikan jumlah penumpang tersebut didominasi pelayaran domestik dengan tujuan Dumai, Lingga, serta Tanjungbalai Karimun.
Baca juga: Pelni perkirakan kenaikan penumpang 5,8 persen selama Natal-Tahun Baru
Baca juga: Pelindo: arus balik di Pelabuhan SBP Tanjung Pinang ramai

Kemudian, ada pula masyarakat yang memanfaatkan momen libur akhir tahun untuk berpergian ke luar daerah seperti Kota Batam.

"Lalu luar negeri yaitu Malaysia dan Singapura, yang masih menjadi tujuan favorit warga setempat mengisi liburan," sebut Ogi.

Sementara itu, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang mengimbau seluruh operator transportasi laut mewaspadai kondisi buruk.

"Kami minta untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar," ungkap Imran, Kasi Keselamatan dan Pelayaran KSOP Tanjungpinang.
Baca juga: Kemenhub siapkan 1.293 kapal angkut 3,4 juta penumpang selama Natal

Menurut Imran, pada bulan Desember ini pihaknya telah beberapa kali melakukan penundaan keberangkatan kapal dari Pelabuhan Sri Bintan Pura menuju luar negeri.

Penundaan disebabkan cuaca buruk, namun penundaan tidak berlangsung lama. Setelah cuaca membaik, kapal segera diberangkatkan.

Maka itu, KSOP meminta operator pelayaran tidak memaksakan diri berlayar di tengah cuaca yang tidak mendukung.

"Demi keselamatan kami minta untuk menunda," tegasnya.

Pihaknya juga mengimbau operator kapal selalu berkoordinasi dengan BMKG terkait kondisi cuaca sebelum keberangkatan kapal.

"Ini menjadi dasar untuk memberangkatkan atau menunda keberangkatan kapal," katanya.
Baca juga: Jelang Natal Kemenhub instruksikan pemeriksaan kelaiklautan kapal

H-2 jelang Natal arus lalu lintas Tol Japek ramai lancar


 
Pewarta : Ogen
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019