DPRD DKI bentuk panlih Wagub DKI pada Januari

DPRD DKI bentuk panlih Wagub DKI pada Januari

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsuadi saat ditemui awak media di kantornya DPRD DKI Jakarta, Rabu (20/11/2019). ANTARA/Livia Kristianti/am.

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan pihaknya bakal membentuk Panitia Pemilih untuk memilih Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta yang hingga saat ini masih kosong pada Januari 2020.

Hal tersebut dilakukan oleh pihaknya karena hingga saat ini belum ada yang menggantikan Sandiaga Uno sebagai Wagub DKI sejak 10 Agustus 2018 meski sudah ada dua nama dari PKS, yaitu Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

"Setelah tahun baru ini, kira-kira Januari 2020, saya akan bentuk panitia pemilih. Dua nama dari PKS, Pak Syaikhu dan Agung kan, harus digelontorkan," kata Prasetio di Gedung Balai Kota Jakarta, Jumat.

Terkait adanya perubahan nama calon yang diusung oleh Partai PKS dan Gerindra, Prasetio mengatakan sudah mendengarnya. Namun hingga saat ini, ia mengaku belum mendapatkan informasi atau pemberitahuan kandidat baru yang diusung oleh kedua partai tersebut.

"Apakah nanti ada penggantinya, kami enggak tahu juga. Isu-isu yang berkembang kan, seperti itu. Ini kami tunggu saja, saya sebagai ketua dewan menunggu itu," ucapnya.

Politikus Partai PDIP itu mengaku berkomitmen bahwa pada Januari 2020 nanti bakal mulai dilaksanakan pemilihan Wagub DKI. Dan dirinya berharap pada tahun 2020 nanti DKI Jakarta sudah memiliki Wakil Gubernur.

"Abis itu nanti saya laksanakan. Pasti saya laksanakan, pasti tahun besok punya wakil gubernur," ucapnya.

Sementara itu, Partai Gerindra mengatakan telah menetapkan satu nama untuk Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta untuk menggantikan Sandiaga Uno.

Baca juga: Gerindra dan PKS sudah sepakat soal Cawagub DKI

Baca juga: Terkait usulan Gerindra, Sekda minta senyumnya "dibaca"

Baca juga: Saefullah belum diberitahu soal wagub DKI


Hal tersebut diungkapkan politikus Partai Gerindra Syarif yang juga menuturkan bahwa sosok tersebut merupakan salah satu dari empat nama yang diajukan ke PKS yakni Sekda DKI Jakarta Saefullah, Dewan Penasihat DPP Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry J Yuliantoro dan Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria.

"Sudah ada kesepakatan. Salah satu nama dari situ (empat kandidat sebelumnya)," kata Syarif di Balai Kota Jakarta, Kamis (26/12).

Dirinya tidak mau menyebutkan secara gamblang siapa sosok yang telah ditetapkan oleh Partai Gerindra sebagai Cawagub, namun memiliki beberapa ciri-ciri.

Ciri-ciri tersebut seperti memiliki pengalaman di pemerintahan dan parlemen, lalu pernah menjadi anggota legislatif di DPR RI.

"Pokoknya dia orang matang," tuturnya.

Sebelumnya kursi Cawagub dari disepakati dari Partai PKS antar dua nama yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Ia mengklaim PKS telah legowo jika kursi Cawagub diperebutkan oleh Gerindra dan PKS.

"Sekarang alhamdulillah (udah legowo). PKS juga saya dengar sudah namun gak tahu siapa, itu tanyakan langsung ke PKS," ucap Syarif.
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019