Mesin kapal mati, Basarnas evakuasi lima nelayan

Mesin kapal mati, Basarnas evakuasi lima nelayan

Tim Basarnas Makassar mengevakuasi kapal nelayan berisi lima orang saat mengalami mati mesin di perairan Pulau Barrang Lompo, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (1/1/2020). ANTARA/HO-Basarnas Makassar/aa.

Makassar (ANTARA) - Tim Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) mengevakuasi lima orang nelayan saat kapalnya mengalami mati mesin di Perairan Pulau Barang Lompo, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu.

Kejadian tersebut dilaporkan salah seorang istri penumpang kapal yang menyampaikan bahwa kapal yang ditumpangi suaminya mengalami mati mesin di tengah perairan setempat.

Dari info tersebut, Basarnas Makassar langsung menggerakkan KN Antasena untuk bertolak ke lokasi kejadian, kemudian mengevakuasi korban pagi tadi.

Setelah menerima laporan dari krunya, Kepala Kantor Basarnas Makassar Mustari langsung menginstruksikan mereka untuk melakukan tindakan pertolongan kepada korban.

Baca juga: SAR Makassar prioritaskan penambahan helikopter

Baca juga: Satu penumpang KM Tidar yang loncat di perairan Galesong ditemukan

Baca juga: Basarnas Makassar perluas titik pencarian korban AirAsia


"Alhamdulillah, kelima korban sudah dievakuasi dengan selamat oleh kru KN SAR Antasena. Kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Paotere pada pukul 07.25 WITA" ujar Mustari.

Mustari mengimbau nelayan selalu memperhatikan kondisi kapal sebelum berlayar, apalagi saat memasuki musim hujan.

Menurut dia, nelayan mesti memiliki kontak Basarnas Makassar agar bisa segera menghubungi apabila terjadi kondisi darurat yang membutuhkan bantuan instansinya.

"Musim hujan saat ini harus menjadi perhatian, saya harap nelayan memperhatikan kondisi kapal sebelum berlayar," kata Mustari menyarankan.

Untuk emergency call atau telepon darurat, dia menyebutkan nomor kontak milik Basarnas 115. Selain itu, bisa menghubungi Kantor Basarnas Makassar dengan layanan pelaporan khusus yang bisa diakses di nomor 0811447115.

Pewarta : M. Darwin Fatir
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020