Atdikbud permudah penyetaraan ijazah pelajar Indonesia lewat SIPOni

Atdikbud permudah penyetaraan ijazah pelajar Indonesia lewat SIPOni

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing Yaya Sutarya menyosialisasikan aplikasi SIPOni kepada para pelajar Indonesia di China. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Beijing (ANTARA) - Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar RI di Beijing mempermudah pengurusan penyetaraan ijazah para pelajar Indonesia di China melalui aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Online Bidang Pendidikan (SIPOni).

"Sistem yang kami buat ini bisa menampung 100-1.000 user per hari," kata Atdikbud KBRI Beijing Yaya Sutarya, Senin.

Dengan adanya SIPOni, para pelajar Indonesia bisa mendapatkan surat keterangan lulus sekolah, surat klarifikasi akreditasi perguruan tinggi, surat keterangan pindah sekolah, dan data base pelajar Indonesia di China.

"Kami menargetkan pada bulan ini SIPOni telah dapat digunakan secara menyeluruh oleh para pemangku kepentingan yang memerlukan pelayanan bidang pendidikan," ujarnya.

Untuk mendapatkan surat penyetaraan ijazah bagi pelajar Indonesia di China harus melalui tiga tahap.

Pertama, pemohon harus mendapatkan verifikasi dari Pusat Pengembangan Gelar Akademik dan Lulusan Pendidikan China (CDGDC) untuk lulusan S1 hingga S3 dan Pusat Informasi Pendidikan Tinggi dan Pengembangan Karier China (CHESICC) untuk jenjang D1 hingga D4.

Surat verifikasi tersebut kemudian dimasukkan dalam aplikasi SIPOni lalu yang terakhir dengan mengakses laman http://ijazahln.ristekdikti.go.id/ijazahln/ untuk mendapatkan penyetaraan ijazah.
Baca juga: Dubes RI sambut delegasi Santri untuk Perdamaian Dunia di Beijing
Baca juga: LIPI sebut RI perlu belajar dari China soal perdagangan online
Baca juga: Dubes ingatkan lulusan China perdalam bahasa Mandarin


"Saat ini kami sedang melakukan upaya bersama CDGDC dan CHESICC agar sistem yang mereka kelola bisa terintegrasi dengan sistem kami sehingga lebih memudahkan pelajar Indonesia dalam melakukan proses penyetaraan ijazah," kata Yaya.

Penggunaannya pun, menurut dia, sangat mudah karena bagi mahasiswa cukup memindai beberapa dokumen, seperti paspor, verifikasi ijazah S1, transkrip nilai, dan sertifikat gelar, sedangkan bagi pelajar ditambah paspor orang tua, KTP orang tua, dan buku rapor semester terakhir. 
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020