Imigrasi Tawau kunjungi lokasi pembangunan PLBN di Seimenggaris

Imigrasi Tawau kunjungi lokasi pembangunan PLBN di Seimenggaris

Dokumen - Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie didampingi Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid saat meninjau lokasi rencana pembangunan PLBN di Pulau Sebatik beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Humas Provkaltara

Nunukan (ANTARA) - Imigrasi Tawau Negeri Sabah Malaysia akan mengunjungi Kecamatan Seimenggaris Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara untuk melihat langsung lokasi rencana pembangunan pos lintas batas negara (PLBN).

Kedatangan Imigrasi negeri jiran ini dibenarkan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Nunukan Hasan Basri di Nunukan, Senin sekaitan dengan informasi yang diperoleh satu hari sebelumnya.

Baca juga: PNG ajukan keberatan terkait pembangunan pagar di PLBN Sota

Ia jelaskan kunjungan Imigrasi Tawau ini juga bersama Kepala Perbandaran Tawau dan sejumlah pejabat dari negara itu.

Maksud kedatangannya adalah untuk melihat langsung rencana Pemerintah Pusat yang akan membangun PLBN di Kecamatan Seimenggaris.

Baca juga: PUPR akan rampungkan PLBN Sota di Papua akhir 2019

Hasan mengutarakan sesuai informasi ada tiga lokasi yang masuk perencanaan pembangunan PLBN di Kecamatan Seimenggaris yakni patok 408, patok 780 dan kilo meter 4.

Baca juga: Warga perbatasan di Nunukan minta pos lintas batas di patok 478

"Ketiga-tiga titik ini rencananya akan didatangi Pemerintah Tawau bersama rombongannya besok (Selasa)," beber dia.

Sedangkan Pemerintah Kabupaten Nunukan sendiri akan diwakili Sekretaris Daerah Serfianus serta sejumlah petugas dari kepolisian dan TNI.

Hasan menyatakan kunjungan Imigrasi dan Pemerintah Malaysia ini hanya sekadar melihat-lihat saja sehingga dipastikan tidak ada pejabat di Pemerintah Indonesia yang hadir.

"Kunjungan Imigrasi dan Pemerintah Tawau ini hanya sekadar melihat-lihat saja ketiga titik rencana pembangunan PLBN ini. Jadi tidak ada pejabat dari pusat yang hadir," sebut Hasan.

Rencananya, Pemerintah dan Imigrasi Tawau akan tiba di lokasi di Kecamatan Seimenggaris pada Selasa (14/1) sekira pukul 12.00 waktu setempat.

Hasan juga mengatakan ada rencana juga dilakukan dialog antara Pemkab Nunukan dengan Pemerintah Tawau selaku daerah berbatasan.

"Kemungkinan akan ada dialog antara Pemerintah Tawau dengan Nunukan sebagai daerah berbatasan sekaitan dengan rencana pembangunan PLBN ini juga," kata Hasan.

Namun dia perkirakan tidak pembicaraan khusus sekaitan dengan rencana pembangunan PLBN tersebut karena pengambil keputusan adalah pemerintah pusat masing-masing negara.

Hanya saja kemungkinan pemerintah kedua daerah berbatasan menginginkan atau mengharapkan satu lokasi yang tepat bagi kedua daerah berbatasan.
Pewarta : Rusman
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020