WNI di Arab Saudi diminta waspada terkait keamanan di Timur Tengah

WNI di Arab Saudi diminta waspada terkait keamanan di Timur Tengah

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha ditemui di Jakarta, Jumat (10/1/2020). (ANTARA/Yashinta Difa)

Jakarta (ANTARA) - Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi diminta untuk meningkatkan kewaspadaan serta mendahulukan keselamatan diri terkait dengan perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, khususnya Irak dan Iran.

"Tetap beraktivitas seperti biasa, tidak panik, namun menjaga kewaspadaan terutama di tempat-tempat keramaian," demikian salah satu poin imbauan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa.

Pihak KJRI juga meminta WNI untuk memantau situasi terkini dengan mengikuti perkembangan berita, antara lain yang dapat diakses melalui akun media sosial KJRI Jeddah di situs resmi maupun Facebook, Instagram, dan Twitter.

Adapun KJRI Jeddah menyediakan sambungan hotline di nomor +966 503609667 agar WNI senantiasa dapat menjaga komunikasi.

Sementara bagi WNI yang belum melakukan proses lapor diri, KJRI meminta agar mereka segera mendatangi langsung kantor KJRI Jeddah atau mengisi formulir lapor diri secara daring melalui www.peduliwni.kemlu.go.id.

Situasi di kawasan Timur Tengah memanas sejak AS melakukan serangan di Baghdad, Irak, yang menewaskan pimpinan militer Iran, Mayor Jenderal Qassem Soleimani pada 3 Januari lalu.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan pada 8 Januari dengan menembakkan rudal balistik ke pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS. Namun Presiden AS Donald Trump mengklaim tidak ada warga negara AS yang menjadi korban atas insiden itu.

Pada hari yang sama, pesawat komersil jet Boeing 737-800 milik Ukraina ditembak jatuh, beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Imam Khomeini di ibu kota Tehran. Peristiwa itu menewaskan seluruh 176 penumpang di dalamnya.

Belakangan, pada 11 Januari, Iran secara resmi mengakui bahwa penembakan tersebut dilakukan pihaknya karena human error pada pasukan keamanan negara itu.

Presiden Ukraina, juga Presiden Kanada yang sebanyak 57 warganya menjadi korban tewas dalam insiden penembakan pesawat itu, menuntut Iran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Baca juga: Atase Pertahanan siap tampung WNI di Iran
Baca juga: Pemerintah RI siap evakuasi WNI di Iran
Pewarta : Suwanti
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020