Dubes Inggris berkata sepak bola lepaskan anak-anak dari kekerasan

Dubes Inggris berkata sepak bola lepaskan anak-anak dari kekerasan

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins, ikut bermain sepak bola dengan anak-anak di RPTRA Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (30/1/2020). (Asep Firmansyah)

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins, menyatakan sepak bola bisa menjadi medium untuk melepaskan anak-anak dari lingkar kekerasan di sekitar lingkungannya.

"Olahraga khususnya sepak bola merupakan 'escape' yang sangat efektif untuk menyalurkan bakat dan mengenali diri untuk menjauhkan diri dari kekerasan" ujar Owen Jenkins saat meninjau program Save The Children di RPTRA Cililitan, Jakarta Timur, Kamis.

Dalam kunjungannya, Owen meninjau berbagai program yang telah dijalankan organisasi kemanusiaan Save The Children, salah satunya program sepak bola yang bekerja sama dengan Arsenal Foundation.

Ia juga ikut memberikan semangat bagi anak-anak yang ada di sekitar RPTRA untuk bisa mengejar mimpi-mimpinya tanpa harus menyerah akibat keterbatasan ekonomi.

Program yang digalakkan, kata dia, akan berdampak besar bagi tumbuh kembang anak. Apalagi anak-anak yang tinggal di kawasan padat sangat rentan mengalami kekerasan.

"Anak-anak di daerah padat sangat rentan untuk mengalami kekerasan. Bagaimana anak bisa bertahan dan terus berkembang hingga usia dewasa," kata dia.

Sementara ketertarikannya meninjau program kerja sama Save The Children dan Arsenal Foundation, karena dirinya merupakan salah satu penggemar berat The Gunners.

Save The Children dan Arsenal telah bekerja sama selama hampir sembilan tahun dalam kampanye anti kekerasan bagi anak-anak. Di akhir kunjungannya, Dubes juga menyempatkan diri untuk ikut bermain bola.

Meraih mimpi

Sementara itu, Senior Manager Central Indonesia Save The Children Didiek Eka Yuana mengatakan program besar dari organisasi itu yakni melindungi anak dari kekerasan serta memastikan hak-hak anak terpenuhi.

"Program ini sudah berjalan sudah satu setengah tahun, kita meluncurkan Coaching For Life. Pada saat Launching di bulan Oktober tahun lalu itu diadakan di kediaman Owen Jenkins, dan beliau ingin bertemu dengan anak-anak," kata dia.

Ia berharap selain membangun sistem perlindungan anak, program ini dapat menjadi jembatan anak-anak meraih mimpi-mimpinya salah satunya lewat sepak bola.

Salah satu keseriusan yang dijalankan dengan merekrut sejumlah pelatih, untuk mendapatkan pelatihan terencana dan disesuaikan dengan modul yang menjadi cetak biru Arsenal Foundation.

"Saat ini kita sedang berdiskusi dengan Arsenal untuk berpotensi mengembangkan program ini, tidak hanya di wilayah Jakarta tapi di daerah-daerah lain. Di sini jadi role model," kata dia.

Baca juga: Arsenal Foundation dan Save the Children pantau hasil pelatihan futsal
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2020