Luhut sebut Ethiopia ingin tingkatkan kerja sama ekspor obat

Luhut sebut Ethiopia ingin tingkatkan kerja sama ekspor obat

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (ANTARA/Ade Irma Junida)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Ethiopia ingin meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di bidang ekspor obat-obatan.

Keinginan tersebut terungkap dalam pertemuan Luhut dengan Duta Besar Ethiopia untuk Indonesia Admasu Tsegaye Agidew di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin.

"Ethiopia itu seperti Singapuranya Afrika. Penduduk 110 juta jiwa, mereka pingin banget obat-obatan dari kita masuk ke sana," kata Luhut di Kemenko Kemaritiman dan Investasi Jakarta, Senin.

Menurut Luhut, selain menginginkan ekspor obat-obatan, Ethiopia juga ingin agar ke depan perusahaan farmasi Indonesia bisa membuka pabrik di negara Afrika itu. Untuk tahap awal, pabrik yang dibuka misalnya untuk pengemasan.

"(Pertemuan) ini juga dalam rangka Indonesia-Africa Forum. Jadi kita tindaklanjuti. Dia (Dubes Ethiopia) bilang, boleh tidak nanti pengepakannya di sana saja. Saya bilang, ya bagus karena pelan-pelan bisa buka pabrik di sana," katanya.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Luhut mengatakan akan mempertemukan pengusaha bidang farmasi lokal dengan pihak Ethiopia.

"Deputi saya akan undang pengusaha itu, dan Jumat (7/2) ketemu lagi," katanya.

Namun, Luhut mengaku belum bisa memastikan nilai kerja sama kedua pihak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ethiopia mengalami perkembangan ekonomi yang pesat dalam satu dekade terakhir dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata di atas 10 persen, termasuk yang tercepat di kawasan Afrika.

Dalam tiga tahun terakhir, ekspor Indonesia ke Ethiopia terus mengalami peningkatan, di mana pada 2017-2018 ekspor Indonesia meningkat 24 persen. Ada pun ekspor Indonesia ke Ethiopia meliputi minyak kelapa sawit, kertas, aki mobil, ban mobil hingga bahan sabun.

Sementara itu, Indonesia mencatatkan surplus dengan Ethiopia dalam volume perdagangan di mana pada 2015 volumenya mencapai 56,4 juta dolar AS, tahun 2016 sebesar 66,1 juta dolar AS sementara tahun 2018 sebesar 85,3 juta dolar AS.

Baca juga: Delegasi Ethiopia ke KPK belajar pencegahan korupsi
Baca juga: UNP sediakan beasiswa S-2 dan S-3 untuk mahasiswa Ethiopia
Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020