ACT buka posko kemanusiaan bantu korban kebakaran Tolitoli

ACT buka posko kemanusiaan bantu korban kebakaran Tolitoli

Tim ACT Sulawesi Tengah mendirikan posko kemanusiaan bantu korban kebakaran Baolan di Kelurahan Sidoarjo, Kecamatan Baolan,Tolitoli Selasa (4/2/2020). ANTARA/HO-Humas ACT Sulteng

Tolitoli (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Tengah membuka posko kemanusiaan untuk membantu korban kebakaran seratusan rumah di Kelurahan Sidoarjo, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Selasa siang.

Selain membuka posko bantuan kemanusiaan, ACT juga melakukan asesmen atau penilaian di lokasi kebakaran yang menghanguskan seratusan rumah penduduk, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

Kepala Posko Kemanusiaan ACT Sulteng untuk Korban Kebakaran Tolitoli, Mustafa mengatakan setelah melakukan asesmen, pihaknya akan mendistribusikan bantuan berupa paket sandang.

"Saat ini satu unit mobil yang membawa logistik bantuan masih dalam perjalanan. Insya Allah besok bantuan tersebut akan langsung didistribusikan kepada korban kebakaran," katanya.

Baca juga: 3.000 ha hutan Tolitoli terbakar dalam dua tahun terakhir

Baca juga: Kebakaran hutan di Tolitoli berhasil dipadamkan

Baca juga: 11 toko elektronik di Tolitoli terbakar


Menurut Mustafa, selain bantuan makanan, bantuan yang dibutuhkan para korban saat ini berupa paket sandang seperti pakaian layak pakai, selimut dan pakaian dalam.

"Besok kami juga akan membagikan seragam sekolah kepada siswa Sekolah Dasar (SD) korban kebakaran. Banyak siswa kehilangan seragam sekolah karena terbakar," ujarnya.

Sementara itu Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Sidoarjo, Munafri mengatakan setelah dilakukan asesmen kembali setelah kebakaran, total jumlah rumah yang terbakar sebanyak 134 unit.

"Jadi hari ini kami data kembali korban kebakaran dengan melibatkan ketua RW dan RT setempat dan total rumah terbakar itu 134 unit Untuk KK yang menjadi korban sebanyak 171 KK dengan jumlah jiwa 684 orang," katanya.

Ia menyebut rumah yang terbakar berada di di RT 9, 10 dan 11.

Para korban kebakaran saat ini berada di tenda pengungsian yang didirikan oleh pemerintah. Sementara korban lainnya memilih mengungsi ke rumah sanak saudara.

Sementara itu Kepala Cabang ACT Sulteng Nurmarjani Loulembah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membantu meringankan beban korban kebakaran.

"Selain membuka posko kemanusiaan kami juga membuka layanan donasi," katanya.*
Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020