Gubernur Sutarmidji targetkan Kalbar bebas pungli

Gubernur Sutarmidji targetkan Kalbar bebas pungli

Gubernur Kalbar, Sutarmidji menargetkan, provinsi itu ke depannya bebas pungli (pungutan liar) demi meningkatkan pelayanan pada masyarakat dan terciptanya pemerintahan yang bersih.  (Foto tim magang/Dedi)

Pontianak (ANTARA) - Gubernur Kalbar, Sutarmidji menargetkan, provinsi itu ke depannya bebas pungli (pungutan liar) demi meningkatkan pelayanan pada masyarakat dan terciptanya pemerintahan yang bersih.

"Pertama-tama kita patut bersyukur karena tim saber pungli kita mendapat apresiasi yang sangat luar biasa, artinya bekerjanya sudah sangat baik, tapi untuk ke depannya agar Kalbar ini bebas pungli harus ditingkatkan lagi dan adanya keseriusan dari semua masyarakat," kata Sutarmidji pada sambutannya di acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Saber Pungli Kalbar tahun 2020 di Pontianak, Rabu.

Ia mengatakan kecepatan, kemurahan ataupun efisiensi dari pelayanan ke depannya akan menjadi penentu daya saing untuk semuanya.

"Karena ke depannya daya saing ditentukan oleh kecepatan, kemurahan, atau efisiensi dari suatu pelayanan, dan tanpa itu tidak mungkin tercapai," ujarnya.

Menurutnya dengan mendekatkan harga NJOP (nilai jual objek pajak) dengan harga pasar dan juga mendorong BPN agar percepat zonasi diharapkan bisa mengurangi ruang untuk berbuat pungli.

"Saya juga mendorong BPN untuk satu percepatan zonasi dari harga tanah sehingga itu jadi pembanding, jika itu bisa, maka akan menjadi ruang untuk negosiasi harga transaksi menjadi sempit atau pun juga pemerintah daerah mendekatkan harga NJOP pada 80 persen harga pasar," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Saber Pungli Pusat, Irjen (Pol) Widiyanto Poesoko juga menyampaikan bahwa pungli juga berdampak dari berbagai sudut pandang, yaitu ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahan keamanan.

"Kalau dari sudut ideologi pungli dapat merusak sisi ideologi bangsa Indonesia karena bertentangan dengan Pancasila, kemudian dari sudut politik dampaknya kepada wibawa pemerintah dan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah, sedangkan dari sudut ekonomi akan berdampak menimbulkan ekonomi biaya tinggi, kalau dampak dari sudut sosial budaya akan menyebabkan budaya negatif akan semakin berkembang dalam masyarakat dan sedangkan dari sudut pandang pertahanan, dan keamanan berdampak pada keresahan dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat," ujarnya.

Sementara itu Waka Polda Kalbar, Brigjen (Pol) Imam Sugianto menyatakan, apresiasi dan penghargaan yang didapat oleh saber pungli perlu dijadikan modal dasar, sebagai tolak ukur dan motivasi kerja agar lebih semangat lagi mengerjakan tugas dengan profesional dan penuh rasa tanggung jawab sehingga dapat mewujudkan situasi masyarakat yang bebas pungli dalam mewujudkan Indonesia maju.

Baca juga: Bupati Biak Numfor kukuhkan satgas saber pungli

Baca juga: Mahfud perpanjang SK Satgas Saber Pungli

Baca juga: Satgas Saber Pungli Kota Bogor utamakan pencegahan
Pewarta : Andilala dan Tim Magang
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2020