Cerita mahasiswa yang ikuti magang bersertifikat dari FHCI

Cerita mahasiswa yang ikuti magang bersertifikat dari FHCI

Salah satu peserta magang bersertifikat yang menerima penyematan pin oleh Menteri BUMN Erick Thohir di Assembly Hall, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020). (ANTARA/ Cathy)

Jakarta (ANTARA) - mahasiswa yang mengikuti program magang bersertifikat (PMMB) di perusahaan- perusahaan BUMN yang digagas oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI) menceritakan pengalaman kerjanya selama 6 bulan bekerja.

"Ternyata setelah magang aku baru merasakan bedanya teori di kampus dengan lapangan kerja langsung. Buat ku itu hal yang tidak mungkin didapatkan di kampus karena harus coba langsung ke lapangan," kata Nuraida salah satu peserta PMMB yang melakukan magang di PT KAI bagian nonkontainer saat ditemui ANTARA di Assembly Hall Mandiri, Jakarta, Rabu.

Bagi wanita yang akrab dipanggil Aida itu, pengalaman menarik lainnya mengikuti magang adalah mendapatkan jaringan pertemanan baru dari kampus lain dengan latar belakang pendidikan yang berbeda.

"Senangnya selain pengalaman baru, dapat teman baru. Misalnya nih teman saya ini, Daffa, kita beda latar belakang aku dari akuntansi, dia dari manajemen logistik tapi karena satu divisi ngobrol bisa jadi nyambung," kata Aida.

Senada dengan Aida, Daffa yang merupakan peserta magang di PT KAI dalam PMMB merasa terbantu karena memiliki pengalaman yang berbeda dari teman- teman kampusnya usai mengikuti magang.

"Tentu ada pengalaman baru dibandingkan teman- teman yang ga ikut magang. Saya senang sih karena adanya program magang seperti ini membantu Indonesia untuk mendapatkan SDM yang unggul dan siap menghadapi industri 4.0," kata pemuda yang berkuliah di Institut STIAMI Jakarta itu.

Daffa juga berharap dengan adanya program magang bersertifikat dapat menjadi jembatan para mahasiswa dapat direkrut oleh perusahaan sebelumnya bekerja.

"Mungkin ini bisa jadi jalur ekspres, buat kita mahasiswa semester akhir yang mau kerja abis lulus. Kita kan juga sudah punya sertifikasi. Jadi mungkin saja bisa jadi alternatif," kata Daffa.

Baca juga: Pemerintah nilai magang solusi terbaik bagi Industri dan universitas

Baca juga: Kementerian BUMN harapkan magang masuk kurikulum perguruan tinggi


Lain cerita lagi dengan Salsa,peserta magang dari Universitas Indonesia yang mencoba magang di Perusahaan Gas Negara (PGN) berharap agar lebih banyak sektor yang dibuka untuk magang bersertifikat dari BUMN itu.

"Mungkin lebih diperbanyak lagi kuotanya, apalagi sektor yang dibuka untuk magangnya. Bagian- bagiannya diperbanyak gitu jadi makin banyak yang bisa ikutan kegiatan bermanfaat ini," kata Salsa.

Program magang bersertifikat yang digagas oleh FHCI yang merupakan forum yang dibentuk oleh para pengurus Sumber Daya Manusia di perusahaan- perusahaan BUMN sejak 2018 sudah menerima 16.500 mahasiswa untuk melakukan program magang bersertifikat.

Pada periode 2020 sebanyak 4508 mahasiswa dari 300 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta mengikuti magang di 143 BUMN yang tergabung dalam FHCI.

 
Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020