Kuliah umum pengembangan konservasi perairan digelar USAID-KKP Malut

Kuliah umum pengembangan konservasi perairan digelar USAID-KKP Malut

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Malut, Buyung Radjiloen saat memberi kuliah umum di Universitas Khairun terkait pengembangan konservasi perairan yang digelar bersama USAID Indonesia melalui Proyek Sustainable Ecosystems Advanced (USAID SEA) dan Wildlife Conservation Society (WCS) di Kampus Unkhair, Ternate, Kamis (13/2/2020). (FOTO ANTARA/Abdul Fatah)

Ternate (ANTARA) - USAID Indonesia melalui Proyek Sustainable Ecosystems Advanced (USAID SEA) dan Wildlife Conservation Society (WCS) menggandeng Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar kuliah umum di Universitas Khairun (Unkhair) Ternate terkait pengembangan konservasi perairan.

"Kuliah umum ini bertujuan mendorong partisipasi seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung pembentukan kawasan konservasi perairan dan pemanfaatan sumber daya kelautan yang berkelanjutan," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Malut, Buyung Radjiloen di Ternate, Kamis.

Terkait pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan itu, kata dia, dimaksudkan untuk menambah pengetahuan dan wawasan seluruh peserta tentang pentingnya Kawasan Konservasi Perairan di Malut serta mendorong partisipasi mahasiswa dalam memberikan informasi potensi sumber daya laut untuk dimanfaatkan secara berkelanjutan kepada masyarakat luas.

Menurut dia  kegiatan kuliah umum yang dilakukan oleh USAID Sea Project melalui Mitra WCS itu diharapkan akan memberikan dampak yang besar untuk mendorong agar program-program pemerintah bisa berjalan dengan baik.

"Melalui proyek USAID SEA dan kerja sama erat dengan Pemprov Malut saat ini tengah membantu pembentukan lima kawasan konservasi perairan (KKP) dengan total luasan 556.437,37 hektare (ha)," katanya.

Kawasan itu, kata dia,meliputi KKP Pulau Mare seluas 7.092,59 ha, KKP Pulau Rao Tanjung Dehegia 65.520,75 ha, KKP3K Pulau Guraici 91.576,21 ha, KKP Kepulauan Widi 324.945,36 ha dan KKP3K Pulau Makian Moti 67.302,46 ha.

Usai mengikuti kuliah umum dan mendengarkan pengalaman inspiratif dari para pejuang laut, kata dia, mahasiswa termotivasi untuk memberikan perhatian lebih dan ikut berpartisipasi dalam pengelolaan KKP, spesies yang dilindungi, pengawasan kawasan dan pengelolaan perikanan berkelanjutan di Provinsi Malut.

USAID SEA merupakan proyek lima tahun (2016-2021) yang mendukung pemerintah Indonesia dalam menguatkan tata kelola sumber daya perikanan dan kelautan, serta konservasi keanekaragaman hayati.

Proyek ini, kata  Buyung Radjiloen, bekerja pada tingkat nasional, provinsi, serta lokal di Provinsi Papua Barat, Maluku dan Malut yang termasuk di dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 715 Indonesia.

Secara terpisah, Program Manajer WCS Anisa Budiayu menyatakan, kegiatan kuliah umum ini merupakan salah satu strategi pendekatan yang digunakan proyek USAID SEA untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan terkait potensi sumbe rdaya pesisir dan laut, kawasan konservasi perairan dan manfaatnya untuk keberlanjutan sumberdaya perikanan yang menjadi salah satu sektor unggulan dari Provinsi Maluku Utara.

Kegiatan itu dibuka Wakil Rektor Universitas Khairun Dr Suratman Sudjud, SP,MP dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari beberapa universitas di Malut .

Dalam kegiatan itu pembelajaran dilakukan dalam bentuk paparan dan diskusi dengan narasumber  Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Malut serta Perwakilan Program Kelautan dari WCS.

Baca juga: Perairan Guraici dikembangkan jadi kawasan konservasi

Baca juga: KKP: Konservasi perairan dilakukan sesuai dengan komitmen global

Baca juga: Indonesia berkomitmen terus dorong isu terumbu karang di global

Baca juga: KKP Targetkan 2.400 Tenaga Kerja Profesional Kelola Kawasan Konservasi Perairan


 
Pewarta : Abdul Fatah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020