Masyarakat diminta BNPB waspadai potensi dampak hujan lebat

Masyarakat diminta BNPB waspadai potensi dampak hujan lebat

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (28/2/2020). (ANTARA/Dewanto Samodro)

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi dampak hujan lebat di sejumlah wilayah di Indonesia.

"BNPB terus mengimbau warga untuk tetap siaga dalam menghadapi potensi dampak hujan lebat di wilayah Indonesia pada Sabtu (29/2) hingga Minggu (1/3) 2020 esok hari," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo melalui rilis yang diterima ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan imbauan tersebut didasarkan pada prakiraan cuaca oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di wilayah Indonesia untuk 29 Februari 2020 pukul 07.00 WIB hingga 1 Maret 2020 pukul 07.00 WIB.

Ia menyebutkan beberapa wilayah berstatus waspada dan siaga, di antaranya adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Kalimantan Barat. Sedangkan wilayah yang berstatus waspada yaitu Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Menjelang Maret 2020, BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi hujan dengan intensitas rendah hingga sangat tinggi.

Pada Maret, sebagian besar wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Riau berpotensi hujan dengan intensitas rendah, sedangkan wilayah pesisir barat Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua berpotensi dengan curah hujan tinggi hingga ekstrem.

Mengingat prakiraan curah hujan pada bulan depan, ia mengatakan potensi bahaya banjir masih terjadi di wilayah Indonesia.

Sementara itu, wilayah Kabupaten Karawang, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bekasi masih ada genangan.

Berdasarkan data Pusdalops BNPB pada Sabtu, pukul 12.00 WIB, genangan air di Kabupaten Bekasi bervariasi antara 5–150 sentimeter, sedangkan di Kabupaten Karawang tercatat antara 10–80 cm.

Jumlah warga yang mengungsi akibat banjir di Kabupaten Karawang berjumlah 746 KK atau 4.140 jiwa. Mereka tersebar di 5 titik di wilayah Karawang.

Sementara itu, wilayah sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) juga mencatat pengungsi di Kota Tangerang sebanyak 247 KK atau 437 jiwa, Kabupaten Tangerang 60 KK atau 240 jiwa dan Jakarta Timur 12 KK atau 65 jiwa.

Baca juga: BNPB imbau masyarakat siapkan mitigasi banjir akibat hujan lebat

Baca juga: BNPB imbau warga waspada hujan ekstrem Jabodetabek

Baca juga: BNPB: Curah hujan tinggi sebabkan banjir di mana-mana
Pewarta : Katriana
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020