Risma ingin Underpass Mayjend Sungkono dibangun taman

Risma ingin Underpass Mayjend Sungkono dibangun taman

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat meninjau lokasi pembangunan taman di bunderan Underpass Kota Surabaya, Minggu (1/3/2020). ANTARA/Humas Pemkot Surabaya/pri.

Surabaya (ANTARA) - Wali Kota Surabaya Jawa Timur Tri Rismaharini menginginkan Bunderan Underpass di Jalan Mayjend Sungkono dibangun taman yang berfungsi untuk mengembalikan paru-paru kota sehingga kualitas udara semakin baik.

"Soal estetika itu nomor sekian. Yang paling penting kita kembalikan paru-paru itu sehingga kualitas udara semakin baik lagi," kata Wali Kota Risma di sela tinjauannya di Bunderan Underpass Jalan Mayjend Sungkono, Minggu.

Baca juga: Pemerintah pusat bantu Rp130 miliar bangun taman kota di kupang

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini menjelaskan konsep taman kota ini akan diberi tanaman yang mengundang hewan-hewan berdatangan, misalnya tanaman berjenis Melati Jepang yang digemari kupu-kupu. Dari situlah maka akan terjadi keseimbangan lingkungan dan ekosistem di Surabaya semakin terjaga.

Baca juga: Pemkot Jakpus tambahkan spot-spot "Instagramable" di Taman Sumenep

"Kalau tanamannya satu jenis, nanti hewan tidak mau datang lagi. Jadi jenis tanaman itu yang kupu-kupu, tawon, capung mau datang. Semua harus ditanam supaya mereka juga bisa hidup nyaman di Surabaya. Jadi kalau mereka bisa hidup damai di sini (Surabaya) kita akan sama-sama hidup damai di kota ini," ujarnya.

Baca juga: Bangunan di Taman Topi Bogor segera dibongkar

Selain bertujuan untuk menjaga ekosistem, lanjut dia, taman ini dibangun agar masyarakat Kota Surabaya semuanya sehat.

Menurutnya, jika warga sehat maka akan produktif.

"Kalau sudah produktif kemudian kerjanya maksimal, kemudian dapat rezeki dan bisa bayar pajaknya lebih banyak, sehingga kita bisa bantu untuk orang miskin, orang yang membutuhkan biaya pendidikan," katanya.

Kasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya Rochim Yuliadi menjelaskan taman seluas 2.280 meter persegi ini akan menjadi taman pasif yang fungsinya sebagai paru-paru kota.

Nantinya, lanjut dia, aneka macam tanaman pohon pelindung paling banyak, seperti tabebuya pink, putih, trembesi, spatudea, kupu kupu, saga kuning, flamboyan, ketepeng, anggur laut dan macam macam palem.

"Kemudian untuk perdunya ada pagoda putih, kamboja eksotik, bogenfil dan bonsai cemara udang. Lalu untuk semaknya ada kana, rowelia, soka, wiyono kawat, hoje dan ekor kucing," kata Rochim.

Rochim memastikan pengerjaan taman ini sudah dieksekusi sejak Sabtu (29/2). Dimulai dari mengolah tanah di breaker corcoran agar dapat ditanami.

"Target kita bulan Maret ini sudah rampung dan hasilnya bisa sebagus yang ada di sisi barat overpass," katanya.
Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020