Ekonomi Kota Malang tumbuh 5,73 persen pada 2019

Ekonomi Kota Malang tumbuh 5,73 persen pada 2019

Ilustrasi - Balai Kota Malang, Jawa Timur. (ANTARA/Vicki Febrianto)

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Malang, Jawa Timur, pada 2019 mencapai 5,73 persen, atau mengalami kenaikan jika dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 5,72 persen.

Kepala BPS Kota Malang Sunaryo, Senin, mengatakan bahwa, kontribusi pertumbuhan ekonomi Kota Malang pada 2019 tertinggi berasal dari sektor perdagangan sebesar 29,46 persen, industri 25,73 persen, dan konstruksi sebesar 12,61 persen.

"Kota Malang meningkat 5,73 persen, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Kontributor tertinggi berasal dari sektor perdagangan," kata Sunaryo, di Kota Malang, Jawa Timur.

BPS Kota Malang mencatat, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Malang pada 2019 mencapai Rp72,77 triliun (Atas dasar Harga berlaku/ADHb), dan Rp52,34 triliun (Atas Dasar Harga konstan/ADHk).

Angka tersebut tumbuh 5,73 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat mencapai Rp67,70 triliun (Atas dasar Harga berlaku/ADHb), dan Rp49,50 triliun (Atas Dasar Harga konstan/ADHk).

Sunaryo menjelaskan, sementara untuk pertumbuhan tertinggi terhadap PDRB Kota Malang pada 2019, tercatat berasal dari sektor jasa kesehatan yang tumbuh sebesar 9,62 persen, diikuti sektor akomodasi dan makan minum sebesar 8,70 persen, dan sektor konstruksi 8,40 persen.

Sunaryo mencatat, pertumbuhan ekonomi Kota Malang pada 2019 yang sebesar 5,73 persen tersebut lebih tinggi dibandingkan Provinsi Jawa Timur yang sebesar 5,52 persen, dan nasional yang sebesar 5,02 persen.

Sumber pertumbuhan pertumbuhan ekonomi Kota Malang pada 2019, terbagi dari sektor perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 1,78 persen, industri pengolahan 1,32 persen, konstruksi 0,76 persen, jasa pendidikan 0,45 persen, dan lainnya sebesar 1,43 persen.

Sunaryo menambahkan, sementara pada 2020 diperkirakan akan menjadi tahun yang cukup berat mengingat ada berbagai hal yang berpengaruh terhadap kinerja ekonomi Indonesia. Salah satunya adalah dampak dari virus corona atau Covid-19.

"Tahun ini merupakan tahun yang cukup berat. Virus Corona berpengaruh terhadap ekspor dan impor, dan skala ekonomi," tutup Sunaryo.

Baca juga: Sektor perdagangan bakal topang pertumbuhan ekonomi Kota Malang
Baca juga: Manggarai Barat bentuk 55 desa wisata, dongkrak ekonomi daerah
Baca juga: Pemkab Jembrana gandeng ANTARA dorong pertumbuhan ekonomi daerah

 

Pewarta : Vicki Febrianto
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020