KKP pastikan tak ada kapal "coast guard" China di Laut Natuna

KKP pastikan tak ada kapal

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menjawab pertanyaan awak media di Batam, Rabu (4/3). (ANTARA/Naim)

Batam (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan memastikan, saat ini sudah tidak ada lagi kapal coast guard China di Laut Natuna Kepulauan Riau.

"Kapal China tidak ada," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Batam, Rabu.

Meski begitu, ia mengatakan pihaknya bersama aparat terkait lainnya terus waspada di laut, demi memastikan tidak ada kapal asing ilegal yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

"Kewaspadaan terus ada. Kita tidak akan pernah berhenti menjaga laut," kata dia.

Baca juga: KKP tangkap 5 kapal ikan asing di Laut Natuna Utara

Ia mengatakan laut Indonesia banyak yang menjaga. Seluruhnya melakukan koordinasi dan kerja sama dalam memastikan laut Indonesia aman. "Harus jaga bersama-sama, enggak bisa sendiri-sendiri," ucap dia.

Menteri menyepakati bahwa ancaman pencurian ikan oleh kapal asing selalu ada. Karena petugas juga tidak pernah berhenti melakukan penindakan kepada kapal asing yang melanggar aturan.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP menangkap lima kapal asing ilegal yang melakukan kegiatan penangkapan ikan di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau.

Kelima kapal ikan asing yang berhasil ditangkap adalah KG 94376 TS, PAF 4837, KG 94654 TS, PAF 4696, dan KG 95786 TS. Keseluruhannya menggunakan alat penangkap ikan jenis trawl atau pukat harimau.

Baca juga: 13 institusi sepakat awasi Laut Natuna Utara cegah tumpang-tindih

Menteri menyampaikan keberhasilan membekuk kapal ikan asing ilegal merupakan keberhasilan operasi terstruktur yang dilaksanakan oleh lima kapal pengawas perikanan di Laut Natuna Utara yaitu KP Paus 01, KP Hiu Macan Tutul 02, KP Orca O1, KP Orca 02, dan KP Orca 03.

Operasi tersebut merupakan respon KKP dalam melaksanakan arahan Presiden untuk meningkatkan pengawasan dan wujud kehadiran negara di Laut Natuna Utara.

"Luar biasa dedikasi anak-anak di tengah laut. Mereka bisa saja dibayar atau dibeli. Tapi mereka lebih pada kehormatan, membawa kapal itu ke sini," tutur dia.

Baca juga: Badan Keamanan Laut akan tingkatkan kehadiran di Natuna

Baca juga: Bakamla bakal tingkatkan kehadiran personel di kawasan laut Natuna

Baca juga: KKP tambah dua unit kapal pengawas di Laut Natuna dan Selat Malaka
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020