Pertarungan capres AS dari Demokrat, Biden unggul dari Sanders

Pertarungan capres AS dari Demokrat, Biden unggul dari Sanders

Bakal calon presiden Amerika Serikat 2020 Demokrat dan mantan wakil presiden Joe Biden berbicara dalam sebuah perhentian kampanye di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Rabu (4/3/2020). REUTERS/Mike Blake/wsj/cfo (REUTERS/MIKE BLAKE)

Washington (ANTARA) - Mantan wakil presiden Amerika Serikat Joe Biden secara mengejutkan mampu menghimpun lebih banyak dukungan dari Senator Vermont Bernie Sanders dalam pertarungan antarkandidat calon presiden dari Partai Demokrat pada pemilihan awal di sejumlah negara bagian (Super Tuesday) AS.

Hasil pungutan suara menunjukkan Biden menguasai suara di 10 dari 14 negara bagian. Dukungan untuk Biden meneguhkan anggapan Sanders kesulitan memperluas pengaruhnya ke para pemilih senior dan warga keturunan Afrika-Amerika.

Setelah dinilai kehilangan momentum pada Super Tuesday, Sanders memiliki banyak pekerjaan rumah untuk diselesaikan, tetapi hanya sedikit waktu tersedia. Sanders kerap mengatakan salah satu misinya mengalahkan petahana Partai Republik, Presiden Donald Trump, akan dilakukan dengan menciptakan gerakan "multiras dan lintas generasi".

Para pendukung Sanders pada Rabu mengatakan hasil mengecewakan pada Super Tuesday tidak membuat mereka panik. Walaupun demikian, Sanders, kandidat yang mengklaim dirinya berpaham sosialis demokratis, perlu membuktikan ia mampu memperluas pengaruh untuk meraih kursi calon presiden dari Partai Demokrat.

Berdasarkan hasil perhitungan cepat, Sanders cukup populer di kalangan pemilih muda dan warga AS keturunan Amerika Latin. Sanders juga menguasai suara di California, negara bagian dengan anggota delegasi terbanyak di AS.

Namun, koalisi baru yang terbentuk dalam tubuh Partai Demokrat mampu membuat Biden lebih unggul dari Sanders. Banyak pendukung Biden merupakan warga keturunan Afrika-Amerika, kelompok berpengaruh di Partai Demokrat. Biden juga populer di kalangan warga kulit putih berusia di atas 60 tahun, kelompok dengan jumlah populasi cukup besar di AS.

Data hitung cepat menunjukkan, Biden mampu menguasai 60 persen suara dari warga keturunan Afrika-Amerika di Texas.

"Menurut saya tim kampanye Bernie tidak melakukan pekerjaan yang cukup serius dengan komunitas warga kulit hitam," kata direktur politik nasional Center for Popular Democracy Action, lembaga yang mendukung Sanders pada Desember. "Buat saya, sebelumnya tim kampanye Bernie kurang memperhatikan kelompok ini, tetapi saat ini perhatian mereka tertuju pada komunitas tersebut".

Larry Cohen, ketua Our Revolution, mengatakan tim kampanye Sanders memiliki waktu singkat untuk membalik keadaan. Our Revolution merupakan kelompok terdiri dari aktivis dan cendekiawan progresif bentukan Sanders yang bekerja secara independen di luar tim kampanye.

Mayoritas suara anggota delegasi yang dibutuhkan untuk memenangkan kursi capres dari Partai Demokrat akan diberikan pada pemilihan awal Selasa mendatang dan 17 Maret.

Biden mengungguli Sanders dalam perhitungan suara anggota delegasi pada Rabu malam dengan perolehan 433-388. Hasil perhitungan final masih menunggu suara dari California.

"Dalam tenggat waktu ini, kuncinya tetap berpikiran positif mengenai negeri seperti apa yang kita kehendaki dan terus berjuang untuk membalik keadaan," kata Cohen. "Suara dari kalangan muda tidak sebanyak yang diharapkan," tambah dia.

Sementara itu, analis politik University of Virginia, Kyle Kondik mengatakan Biden akan mengejar kemenangan pada pemilihan mendatang di Florida dan Georgia, sementara Sanders perlu "menghidupkan kembali" strategi kampanyenya jelang pemilihan di wilayah Midwest.

"10 hari yang lalu, Biden yang membutuhkan perubahan (untuk memenangkan kompetisi), saat ini Sanders ada di posisi itu," kata Kondik.

Sanders mengatakan ia tak punya waktu menganalisa hasil pemilihan, tetapi ia mengumumkan kemenangannya di California. Di sana, Sanders mendapat banyak dukungan dari warga keturunan Amerika Latin, Asia-Amerika, dan Afrika-Amerika. Hasil hitung cepat menunjukkan Sanders menguasai suara seluruh warga non-kulit putih di California.

"Kami akan berbuat yang terbaik untuk komunitas Afrika-Amerika, dan kami akan terus melakukan hal itu," kata Sanders ke awak media, Rabu di Vermont, tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.

Pertanyaan yang banyak diajukan saat ini apakah Senator Elizabeth Warren akan mengakhiri perjalanannya mengejar kursi kandidat capres setelah hasil mengecewakan pada Super Tuesday. Publik juga menanti kepada siapa Warren akan memberi dukungan.

Sanders mengatakan ia telah berbicara dengan Warren melalui telepon dan dia masih menyusun ulang strategi kampanyenya.

Sejumlah kelompok progresif berharap Sanders dan Warren dapat bekerja sama. Namun, kerja sama itu belum tentu jadi langkah yang tepat untuk memenangkan kompetisi di tengah persaingan ketat Partai Demokrat. Kerja sama itu juga tidak menjamin banyak suara akan beralih mendukung Sanders.

"Anggapan seluruh pendukung Warren akan beralih ke Sanders bukan sesuatu yang final," kata Neil Sroka, direktur komunikasi Democracy for America, komite aksi politik pendukung Sanders, Senin.

"Jika Senator Warren memutuskan ke luar dari kompetisi, saya pikir Bernie Sanders kemungkinan akan mendapat dukungan dari dia," tambah Sroka.

Sumber: Reuters

Baca juga: Joe Biden dorong Wall Street melonjak, Dow reli lebih dari 1.100 poin
Baca juga: Biden: 'Lidah beracun' Trump picu penembakan massal di AS
Baca juga: Menlu Ukraina: Dubes AS tidak hubungkan Biden dengan bantuan militer
Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2020