Ikatan alumni NU bahas penanggulangan corona dalam rakernas

Ikatan alumni NU bahas penanggulangan corona dalam rakernas

Arsip Foto. Ikatan Keluarga Alumni Nahdlatul Ulama (IKANU) Mesir dalam acara silaturahim di Rembang, Jawa Tengah, Minggu (16/6/2019). (IKANU)

Jakarta (ANTARA) - Ikatan Alumni Nahdlatul Ulama (IKANU) Mesir antara lain akan membahas perihal penanggulangan penularan virus corona baru penyebab COVID-19 dalam rapat kerja nasional (rakernas) yang berlangsung 7 sampai 8 Maret di Cirebon, Jawa Barat.

Ketua IKANU Mesir KH Faiz Syukron Makmun, yang biasa disapa Gus Faiz, dalam siaran pers organisasi yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa pemerintah memegang peran sentral dan vital dalam pencegahan dan penanggulangan penularan virus corona.

Kepanikan warga yang mendorong pembelian barang seperti masker dan cairan pembersih secara massal, menurut Gus Faiz, merupakan salah satu indikator ketidaksiapan pemerintah dalam menekan kepanikan warga dalam menghadapi penyebaran virus corona.

Sebagaimana Singapura, ia mengatakan, pemerintah bisa membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat akan masker dan cairan pencuci tangan untuk menghindari penularan virus corona.

"Langkah ini sangat membantu dalam menekan kepanikan publik yang justru bisa kontraproduktif," kata dia.

Ia juga menilai langkah tegas pemerintah Arab Saudi menutup sementara wilayahnya untuk warga negara asing sebagai kebijakan yang bisa dipertimbangkan untuk dijalankan guna mencegah penularan virus corona.

"Dalam kaidah Islam sebaiknya mengedepankan maslahat keselamatan jiwa ketimbang meraup devisa," katanya.

Gus Faiz mengatakan, persoalan kedua yang akan dibahas dalam Rakernas IKANU yang dihadiri alumni aktivis NU Mesir dari berbagai daerah adalah perihal keadilan ekonomi.

Dia menilai saat ini masih ada ketimpangan ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan per September 2019 sebesar 9,22 persen, tapi faktanya kesenjangan antara si kaya dan si miskin masih besar.

"Tentu ini yang kita sayangkan dan perlu kesadaran bersama agar jurang kesenjangan ini terkikis," katanya.

Rakernas yang mengusung tema "Nahdliyin dan Tantangan Ekonomi 4.0" juga akan membahas perihal penguatan Islam moderat sebagai identitas Islam Indonesia.

Sekretaris Jenderal IKANU M Anis Mashduqi mengatakan rakernas merupakan wujud dari tanggung jawab alumni NU yang pernah menempuh studi di Mesir dalam menjawab persoalan umat dan bangsa.

"Kita ingin Rakernas mengakselerasi kontribusi sekaligus mendistribusikan kerja nyata para alumni NU Mesir," kata dia.

Ketua panitia pelaksana Rakernas IKANU Mukhlis Yusuf Arbi berharap kegiatan tersebut bisa memotivasi anggota IKANU Mesir untuk mengambil peran dalam penguatan hubungan antara institusi Al Azhar Mesir dan keluarga besar NU di Tanah Air.

"Saya rasa kesamaan ideologi dan pergerakan Al Azhar dengan NU bisa jadi pintu masuknya," kata dia.

Baca juga:
Kasus COVID-19 masih bertambah, lima negara laporkan kasus pertama
Dokter jelaskan bagaimana pasien sembuh dari COVID-19 walau belum ada obat

 
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020