Kanada pulangkan warganya dari Grand Princess yang terjangkit corona

Kanada pulangkan warganya dari Grand Princess yang terjangkit corona

Penumpang antre untuk masuk ke sebuah pesawat kargo yang dicarter pemerintah AS untuk mengevakuasi warga negara Amerika dan Kanada akibat merebaknya wabah virus Corona di Bandara Internasional Wuhan Tianhe, Wuhan, China, Jumat (7/2/2020). ANTARA FOTO/Edward Wang/via REUTERS/wsj.

Kanada (ANTARA) - Pemerintah Kanada memastikan satu pesawat untuk memulangkan warganya dari kapal pesiar Grand Princess yang akan berlabuh di California setelah kasus baru virus corona terdeteksi di kapal tersebut, menurut pernyataan pemerintah Kanada pada Minggu.

Pesawat akan menjemput mereka di San Francisco untuk menuju Pangkalan militer Kanada Trenton di Ontario. Nantinya mereka akan diperiksa kesehatannya dan menjalani masa karantina selama 14 hari, demikian isi  pernyataan itu.

Kapal pesiar tersebut, yang sebagian besar tamunya mengurung diri di kamar mereka sejak Kamis, akan tiba di Pelabuhan Oakland untuk mulai menurunkan 2.400 penumpangnya pada Senin pagi, menurut informasi pejabat California.

Baca juga: Kanada akan evakuasi warganya dari kapal Diamond Princess
Baca juga: Pesawat kedua yang evakuasi warga Kanada dari China tiba di Ontario


Penyebaran virus corona di kapal pesiar pertama kali terjadi setelah seorang lekaki Hong Kong yang menumpang Diamond Princess dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. Akibatnya otoritas Jepang yang wilayahnya, yakni pelabuhan Yokohama, dijadikan tempat berlabuh kapal itu melakukan karantina. Sekitar 3.000 penumpang kapal Diamond Princess diperiksa dan sebagian dinyatakan terinfeksi corona.

Warga negara Indonesia yang menjadi awak kapal Diamond Princess yang berjumlah 69 orang juga mengalami karantina selama dua pekan di kapal mewah itu. Setelah menjalani karantina, awak kapal yang dinyatakan sehat sesuai dengan standar yang ditetapkan, mereka difasilitasi untuk dipulangkan ke Tanah Air.

Karena adanya potensi penularan corona di kalangan penumpang kapal pesiar itu, sejumlah negara  tak mengizinkan kapal pesiar berlabuh di wilayah yang menjadi otoritas mereka. Sebagian otoritas lokal di Indonesia tak mengikuti kebijakan itu. Kapal pesiar Viking Sun diizinkan menurunkan penumpangnya untuk berwisata di sejumlah tempat antara lain di Benoa Bali. Gubernur Nusa Tenggara Barat juga mengizinkan kapal pesiar itu berlabuh di Lombok.

Sumber: Reuters

Baca juga: Gubernur NTB berikan persetujuan kapal Viking Sun bersandar di Lombok
Baca juga: Kapal pesiar Viking Sun turunkan penumpang di Benoa Bali
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020