Fasilitas publik di Surabaya dilengkapi pengukur suhu tubuh

Fasilitas publik di Surabaya dilengkapi pengukur suhu tubuh

Arsip Foto. Petugas memeriksa suhu tubuh penumpang Bus Suroboyo, layanan bus Kota Surabaya, di Terminal Purbaya, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (5/4/2020). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/ama.

Surabaya (ANTARA) - Sebagian fasilitas publik di Kota Surabaya, Jawa Timur, telah dilengkapi dengan alat untuk mengukur suhu tubuh guna mendeteksi warga yang mengalami demam dalam upaya mencegah penularan virus corona baru penyebab COVID-19.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita di Surabaya, Selasa, pengukur suhu tubuh antara lain disediakan di Mal Pelayanan Publik Siola, Balai Kota Surabaya, Kantor Pemerintah Kota Surabaya di Jalan Jimerto, terminal angkutan umum, dan Bus Suroboyo.

Petugas di fasilitas-fasilitas pelayanan publik tersebut akan mengukur suhu tubuh pengguna fasilitas.

"Bila ditemukan suhu tubuh lebih dari 38 derajat (Celsius), disarankan berobat ke puskesmas dan akan dilakukan anamnesis (pemeriksaan awal) sesuai protap (prosedur tetap)," kata Febria.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota melakukan berbagai upaya untuk mencegah penularan COVID-19, termasuk mengampanyekan penerapan pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan pakai sabun, dan etika batuk.

"Kami melakukan penyuluhan di berbagai tempat, di antaranya area Car Free Day (CFD) Tunjungan, CFD Darmo, CFD Taman Bungkul, sekolah, kecamatan, kelurahan, PKK, Posyandu, apartemen, Saka Bakti Husada (Pramuka), perkantoran hingga pasar," katanya.

Dinas Kesehatan, ia melanjutkan, juga membagikan masker ke kelurahan-kelurahan dan cairan disinfektan ke gedung pelayanan publik serta memasang wastafel portabel di tempat umum untuk memudahkan warga mencuci tangan. 

Selain itu, menurut dia, Dinas Kesehatan menugasi puskesmas memantau warga yang baru datang dari luar negeri dan menyiagakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewandhi dan RSUD Bakti Dharma Husada Surabaya untuk menangani kasus COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya meminta warga Kota Pahlawan tetap tenang, tidak panik dalam menghadapi penularan virus corona baru.

Ia menyarankan warga menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga stamina tubuh untuk menghindari penularan COVID-19.

"Jaga stamina tubuh dengan makanan bergizi, cuci tangan dengan sabun, dan gunakan masker apabila sakit," katanya.

"Jika warga ada yang ingin bertanya terkait virus itu dapat menghubungi dr Ponco di nomor 081217905673," ia menambahkan.

Baca juga:
Surabaya pasang wastafel portabel untuk antisipasi penyebaran corona
Risma tolak kapal pesiar berlabuh di Surabaya untuk cegah penularan COVID-19
Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020